AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah Kota Ambon semakin serius mempercepat penanganan stunting dengan memperkuat intervensi kesehatan sejak masa pranikah hingga tumbuh kembang anak.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Launching dan Kick Off Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Gerakan Stunting 2026 yang berlangsung di Puskesmas Rijali, Batu Merah,Kamis (18/6/2026).
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan generasi Ambon.
Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai langkah pencegahan sejak dini agar angka stunting tidak bertambah.
“Kita harus memastikan kualitas kesehatan masyarakat semakin baik dan berkualitas. Karena itu, intervensi pemerintah dilakukan sejak pranikah, masa kehamilan, persalinan hingga pertumbuhan anak agar tidak terjadi penambahan stunting, gagal tumbuh maupun kurang gizi kronis,” tegas Wattimena.
Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan masalah multidimensi yang berkaitan erat dengan kondisi lingkungan, akses air bersih, pola asuh keluarga, hingga faktor sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama seluruh elemen, bukan hanya pemerintah.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Kita membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi semua pihak agar masalah stunting yang disebabkan oleh banyak faktor dapat ditangani secara komprehensif,” ujarnya.
Wattimena juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Kesehatan, Balai POM di Ambon, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Program tersebut akan memberikan intervensi gizi selama 90 hari berturut-turut kepada kelompok sasaran. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam memperbaiki kondisi gizi anak dan ibu hamil yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Jika balita dan ibu hamil mendapatkan intervensi selama 90 hari secara berkelanjutan, maka akan sangat membantu memperbaiki kondisi gizi mereka. Kita berharap program ini memberikan dampak nyata bagi upaya penurunan stunting di Kota Ambon,” katanya.
Pelaksanaan Gerakan PMT Stunting 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Balai POM di Ambon bersama berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak di Kota Ambon.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret untuk mendukung target penurunan angka stunting dan menciptakan generasi Ambon yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Dengan semakin masifnya intervensi dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Ambon optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan serta memastikan setiap anak mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. (**)