Pelayanan KB Intervensi Untuk Turunkan Angka Kematian Ibu Dan Anak,Brabar : Juga Sebagai Upaya Penurunan Angka Stunting

by -18 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Pelayanan KB merupakan salah satu intervensi untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak serta sebagai upaya percepatan penurunan stunting, maka berbagai upaya mesti dilaksanakan termasuk orientasi guna meningkatkan kapasitas tenaga pengelola dan pelaksana pelayanan KB di faskes terutama dalam hal pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku,Sarles Brabar SE,M.Si,dalam sambutannya,saat membuka acara Orientasi Peningkatan Kapasitas Pelayanan KB Bagi Tenaga Kesehatan di Faskes Jaringan dan Jejaring, yang berlangsung di Hotel Marina Ambon,Selasa (1/10).

Dikatakannya,sebagaimana diketahui bersama bahwa dalam tahun ini ada berbagai momentum yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan capaian peserta KB diantaranya, TMMD, Gebyar Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI, Pelayanan Sejuta Akseptor (PSA), TMKK dan Hari Kontrasepsi Sedunia.

Dimana untuk pelayanan sejuta akseptor Maluku masuk sebagai salah satu provinsi terbaik capaian dengan target < 1.000, dengan total capaian Maluku, untuk semua jenis kontrasepsi sejumlah 5.060 akseptor.

Selain itu,capaian TMMD 683 akseptor untuk Kota Ambon,capaian TMKK sebanyak 16.583 untuk semua jenis kontrasepsi, namun disisi lain capaian yang berhasil dilaporkan pada aplikasi new siga sampai dengan Oktober 2022.Baru sejumlah 5.930 atau 18 persen dari target untuk KB baru, peserta ganti cara 2.928 dan ulangan sebanyak 21.203, atau sebanyak 17 persen dari target PA.

“Jika kita akumulasi seluruh capaian dalam rangka momentum sebanyak 22.326 sementara akumulasi capaian di new siga sebanyak 30.061, jika ini sudah termasuk capaian yang dilakukan kabupaten/kota dalam penggerakan BOKB, pelayanan rutin di faskes maupun momentum-momentum lain di kabupaten/kota maka kiranya ini perlu upaya kerja keras untuk mencapai target PPM KB,”ujar Sarles Brabar.

Baru yang telah ditetapkan untuk provinsi Maluku tahun 2022 sebanyak 33.732 PB dan PPM PA sebanyak 177.449 PA.

“Berdasarkan data-data yang telah kami sampaikan tersebut, maka kiranya diperlukan orientasi dalam rangka peningkatan kapasitas petugas faskes dan pengelola program di lapangan untuk memperhatikan proses pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi, karena kita tahu bersama bahwa sehebat apapun yang kita kerjakan dan sebanyak apapun capaian kita tetapi tidak terlaporkan sama saja berarti kita tidak bekerja, untuk itu melalui forum ini kami mohon dan menghimbau bapak/ibu pengelola program KB di kabupaten/kota agar lebih memperhatikan proses pencatatan dan pelaporan pelayanan KB di aplikasi new siga,”paparnya.

Adapun,aplikasi new siga sebagai barometer dalam mengukur capaian kinerja peningkatan kesertaan ber-KB baik KB baru maupun KB aktif.

“Kami juga mengingatkan bahwa sejalan dengan tanggung jawab yang sedang kita laksanakan secara konvergen yaitu percepatan penurunan stunting, maka strategi BKKBN dalam percepatan penurunan stunting salah satunya yaitu peningkatan kesertaan ber- KB terutam KB pasca salin agar terwujud 1000 Hari Pertama Kehidupan,”ucapnya.

Fasilitas Kesehatan yang merupakan tempat pelayanan KB harus diperhatikan terkait sarana dan prasarana pelayanan KB serta ketersediaan tenaga provider kompeten dalam pelayanan KB terutama KB Implan dan IUD serta kompeten dalam proses pencatatan dan pelaporan.Perlu upaya lebih agar capaian KB dapat di tingkatkan sehingga memberikan dampak terhadap capaian output program secara keseluruhan.

Diketahui hadir pada kegiatan tersebut,Kepala OPD Dalduk KB Kabupaten/Kota se-Maluku,Sekretaris Perwakilan BKKBN Maluku
Bapak/Ibu Koordinator Perwakilan BKKBN Maluku
Kabid KB dan Subkoordinator Kabupaten/Kota se-Maluku
Dan seluruh peserta kegiatan.

Sebelumnya,Ketua Panitia kegiatan Orientasi Peningkatan Kapasitas Pelayanan KB bagi tenaga Kesehatan di Fakses Jaringan dan Jejaring,menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan surat keputusan kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku nomor 324/KB.06.03/J3/2022, tanggal 31 Oktober 2022.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kapasitas tenaga Kesehatan dalam melakukan pelayanan KB di faskes, jaringan dan jejaring.

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan orientasi peningkatan kapasitas pelayanan KB di faskes, jaringan dan jejaring adalah Kepala OPD Dalduk KB Kabupaten/Kota se- Maluku Bidang KB OPD dalduk-KB Kabupaten/Kota se- Maluku, dan bidan peanggung jawab pelayanan KB di Faskes kabupaten/kota se-Maluku sejumlah 49 orang.

Waktu
Kegiatan pertemuan ini diselenggarakan pada tanggal 1-3 November 2022, yang di lakukan efektif selama 2 hari, di isi dengan penyampaian materi oleh narasumber yang berasal Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, IBI Provinsi Maluku, dan BKKBN Provinsi Maluku.

Sumber Dana
Pelaksanaan kegiatan Orietnasi peningkatan kapasitas pelayanan KB bagi tenaga Kesehatan di faskes, jaringan dan jejaring, ini berasal dari dukungan Dana APBN DIPA Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Tahun 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *