AMBON,N25NEWS.id-Komunitas Mollucan Ukulele Leaders (MUL) mulai melaksanakan program kerjanya,yakni dengan menjangkau sekolah-sekolah.Selain itu, dilakukan konsolidasi guna membangun komunitas-komunitas ukulele di berbagai sekolah.
Hal tersebut disampaikan Mollucan Ukulele Leaders,Yani Salampessy kepada N25NEWS.id,di Ambon,Rabu (26/10/2022).
Lebih lanjut,Yani Salampessy mengatakan,kunjungan ke SDN 47 Kudamati, sebenarnya merupakan planing dalam mengembangkan potensi komunitas-komunitas musik tradisional ukulele di sekolah,baik SD, SMP maupun SMA,sehingga sekolah khususnya SDN 47 Kudamati termotivasi dalam mengembangkan minat dan bakat para siswa-siswinya.
“Sebenarnya,kunjungan kami (MUL) ke SDN 47 Kudamati,guna memberikan penguatan,karena kami melihat anak-anak SDN 47 Kudamati memiliki potensi untuk kita dorong agar bisa tampil pada pentas-pentas lokal maupun nasional,”ujar Salampessy.
Selain itu,kata Salampessy tujuan kunjungan ke SDN 47 Kudamati juga sebagai pantauan bagi potensi-potensi komunitas ukulele dalam berkreasi maupun pengembangan musik tradisional ukulele kedepan.
“Saya melihat kunjungan ke SDN 47 Kudamati sebagai planing bagi anak-anak di sekolah ini,karena sama dengan MUL,kita berkeinginan tampil di Istana Presiden, untuk menunjukan bahwa anak-anak dalam bermain ukulele harus di kembangkan dan diketahui secara nasional maupun internasional,”paparnya.
Adapun, program-program Mollucan Ukulele Leaders didesain untuk mendukung program pemerintah kota (Pemkot) Ambon dan menunjang Ambon sebagai City of Music.
“Terkait program Pejabat Walikota Ambon yaitu 10.000 anak bermain ukulele maka kami sangat mendukung dan berusaha membantu mewujudkannya untuk Ambon sebagai City of Music dan inilah sumbangsih kami bagi Maluku dan bangsa,”ujarnya.
Dikesempatan yang sama,Kepala Sekolah SD Negeri 47 Kudamati,Nya.Ester Pattiasina, S.Pd mengatakan,bukan hanya dari kelas 3-6 yang harus memiliki minat dan bakat,namun setiap kelas, siswa-siswi harus wajib punya bakat dan minat.
Hal itu terlihat banyak siswa-siswi kelas 1 dan 2 mau menunjukan bakat dan minat mereka dengan bergabung bersama siswa-siswi kelas 3 dan kelas enam.
Diakuinya SDN 47 Kudamati masih perlu tambahan pelatih ukulele,mengingat antusias anak-anak ikut ukulele,sehingga perlu penambahan pelatih.Hanya ada 2 pelatih sekolah dasar itu,yakni ibu Lapilonapessy dan bapak Yosi.
“Olehnya,saya berencana kedepan ini akan datangkan pelatih ukulele lagi.Karena itu,kalau ada pelatih dari komunitas ukulele kami undang untuk melihat bakat dan minat anak-anak SDN 47 Kudamati,”kata Ester.
Selain itu,keinginan Ester Pattiasina untuk mendatangkan pelatih ukulele itu memiliki tujuan yakni,agar kedepannya anak-anak SDN 47 Kudamati bisa menunjukan potensi mereka dengan tampil pada acara-acara resmi pemerintah,baik di instansi pemerintah dan bahkan di Lapangan Merdeka.
“Kalau kami dilatih terus tentu kami siap tampil berbagai acara apapun,”ungkap Ester Pattiasina.
“Olehnya,kehadiran Mollucan Ukulele Leaders di SDN 47 Kudamati,saya sangat senang dan semoga kami dan pelatih ukulele dari komunitas ukulele bisa berlatih bersama,”ucap Ester Pattiasina.
Sementara itu,Queen Imanuela Berhard,siswa kelas 6 SDN 47 Kudamati mengatakan,dirinya merasa senang karena bisa bermain ukulele,karena itu, ukulele harus dikembangkan.
Dirinya bangga karena ukulele yang merupakan alat musik tradisional Maluku sangat gampang dimain oleh anak-anak.
“Untuk itu,saya berharap pemerintah harus mengambil kebijakan untuk mengembangkan ukulele menjadi musik tradisional yang perlu diperhatikan,”tandasnya.
Editor : Aris Wuarbanaran