AMBON,N25NEWS.id-Ketua Komisi IV DPRD Maluku,Sam Atapary mengatakan lewat Komisi IV akan mendorong berbagai persoalan terkait dengan pelayanan kesehatan dan penddikan, termasuk Infrastruktur jalan yang ada di Kecamatan Kepulauan Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Bahkan akan menjadi atensi untuk dibahas dalam rapat Fraksi dengan mengundang mitra-mitra terkait untuk dibicarakan,terutama persoalan kesehatan dan pendidikan yang ada di Manipa, yang jadi perhatian serius untuk di dorong.
Demikian disampaikan Sam Attapary, via telepon selulernya, Kamis (17/5/2023), usai melakukan tatap muka bersama warga masyarakat Desa Luhutuban, saat dirinya melakukan kunjungan eeses masa sidang II tahun 2023 DPRD Provinsi Maluku.
Dalam kunjungan reses, kata Attapary,guna mendengarkan aspirasi warga masyarakat setempat di tuju desa dan dusun yang ada di Kecamatan Kepulauan Manipa.
Desa yang disambangi Sam Attapry, yakni Desa Tuniwara,Buano Hatuputi,Tumalehu Barat,Tumalehu Timur,Kelang Asaude,Dusun Uwe desa Masawoy dan Desa Luhutuban.
lebih lanjut politisi PDIP daerah pemilihan (dapil) SBB ini, mengatakan banyak persoalan didalam kunjungan ini,dimana saat dirinya melakukan reses di daerah itu, kurang lebih di 7 desa yang ada di kepulauan Manipa.
“Namun yang menjadi pertanyaan terkait persoalan kesehatan,dalam kaitan dengan pelayanan di Puskesmas dan Pusat Pembantu (Pustu) yang merupakan jaringan pelayanan puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas,” papar Sam Attapary.
Sam Attapary menambahkan Selain kesehatan,persoalan lainnya menyangkut dengan pendidikan,yang pendidikan ini merata, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK, dan juga kaitan dengan infrastruktur jalan.
“Memang ini rata-rata semua kewenangan kabupaten tetapi bukan dalam ararti kewenangan Kabupaten lalu kita diam, tapi minimal mana yang kewenangan provinsi ini akan dibicarakan ditingkat DPRD sesuai dengan bidan komisi,”Sam Attapary.
Menurutnya, Kalau yang kewenangan kabupaten,tentu akan ada koordinasi dengan pihak kabupaten terutama dalam menyampaikan ini ke Sekda supaya menjadi atensi di kabupaten,supaya bisa menjadi perencanaan di BPPD (Bapeda) untuk coba dapat dicari solusi yang paling terbaik tentang persoalan-persoalan dasar ini.
“Jadi hasil reses ini nanti kita tabulasi semua dan di paripurnakan.Jadi yang di luar Komisi IV ini nanti lewat rapat fraksi, kita bicarakan untuk menjadi atensi dari fraksi yang ada di komisi mana, tetapi kalau yang ini yang kaitan dengan komisi IV otomatis pada saat nanti saya akan coba mengundang dinas-dinas terkait, jelas Sam Attapary.
Dikatakan, bagitu juga tadi ada sana kaitan denga Festival Kapitan Yongker,lalu yang terutama SMA dan SMK,karena di beberapa tempat yang kemarin komisi IV reses ini juga ada kaitan dengan penempatan guru,kekurangan guru dan Infrastruktur sudah berulang-ulang usul di dana alokasikan khusus (DAK) tapi, tidak pernah lolos.
Kemudian di Desa Luhutuban ini kan ada pengusulan untuk SMK baru prosesnya sudah samapai dimana,ini yang akan di kroscek, dan terutama yang kaitan dengan Kesra, ada beberapa tempat,masjid lagi proses pembangunan belum selesai, ini juga menjadi atensi yang nanti,coba bicara dengan mitra yang ada di komisi IV.
“Jadi yang pasti DPRD sendiri dalam hal ini komisi IV sudah tentu mendorong hal ini untuk disampaikan dan dibahas dalam fraksi, dan nanti kita juga akan mengundang mitra terkait yang menjadi mitra komisi untuk dibicarakan.Yang pasti kita dorong hal ini,” tandas Sam Attapary.(**)