AMBON,N25NEWS.id-Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah penjabat dan Saniri Negeri Adat Kota Ambon, dalam rangka mendengar kendala dan progress terkait pemimpin defenitif (Raja Negri).
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi I, Aris Soulissa, di hadiri Ketua DPRD Kota Ambon, Maurits Tamaela,Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, serta sejumlah Anggota Dewan Komisi I DPRD Kota Ambon, juga pihak-pihak terkait.
Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Ambon tersebut di hadiri oleh penjabat serta perwakilan saniri-saniri negeri adat terkait.
Agenda rapat tersebut digelar karena tuntutan masyarakat adat pada sejumlah negeri di kota Ambon.
Pasalnya, selama ini terjadi kekosongan pemimpin negeri (raja) defenitif dalam kurun waktu yang cukup lama.Untuk itu, perlu ada evaluasi di tiap-tiap Negri.
Dalam rapat yang berlangsung masing-masing penjabat dan saniri-saniri negeri adat tersebut menyampaikan sejumlah kendala maupun progress kinerja badan saniri negeri, terkait kekosongan posisi hingga rekomendasi calon raja defenitif dari masing-masing mata ruma parenta.
Wakil ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar mengecam keras kinerja penjabat dan Saniri Desa Tawiri yang dinilai tidak maksimal dalam mengatasi persoalan internal.
Banyak sekali terjadi tarik menarik yang mengakibatkan timbul persoalan baru sehingga desa tersebut sampai detik ini belum memiliki pemimpin yang definitif.
Hal ini didukung dengan pendapat yang dikemukakan oleh, Anggota Komisi I DPRD, William Mairuhu yang mengatakan, adanya dua kubu pada salah satu marga mata ruma parenta di Desa Tawiri, yaitu marga Soplanit.
Oleh sebab itu, Mairuhu meminta kepada Pimpinan Komisi I DPRD yang membidangi bagian pemerintahan, agar mengagendakan kembali rapat yang memediasi terkait dua kubu pada marga mata rumah parentah yang ada di negri Tawiri.
Sehingga, persoalan tersebut bisa mendapatkan hasil yang baik dan nantinya Negri Tawiri bisa memiliki Pemimpin yang definitif pintanya.(Eten)