AMBON,N25NEWS.id-Acara Badonci Deng Badendang Kuti Jukukulele Sambut Kajadiang,patut dirayakan dengan gembira.Pasalnya,kegiatan ini dilakukan dalam momen perayaan Natal,dimana aktivitas Jukukulele dapat bentuk karakter anak-anak disemua sekmen sosial.
Hal ini sampaikan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM),Pendeta Elifas Tomix Maspaitella,kepada N25NEWS.id, disela-sela acara tersebut,Jumat (23/12/2022).
Lebih lanjut Pendeta Elifas Maspaitella mengatakan,kegiatan Jukukulele pada sekmen sosial merambah sekolah,kelompok masyarakat berbasis pada gereja dan agama lainnya,tentu berdampak untuk mengalikan perhatian pada gadget yang kerap kali berselancar di dunia maya.
“Kegiatan ini perlu, karena kita paham betul anak-anak belum cukup umur untuk berselancar lebih jauh di dunia maya.Olehnya,dengan bermain Jukukulele anak-anak lebih kreatif dan menciptakan berbagai inovasi terkait musik tradisional,”ujar Pendeta Elifas Maspaitella.
Selain itu menurut Pendeta Elifas Maspaitella,budaya musik tradisional Jukukulele yang di kembangkan oleh pelatih-pelatih Jukukulele,patut mendapat dukungan dari semua pihak.”Dan tentu kami berikan apresiasi terhadap para pelatih yang terus kembangkan Jukukulele ini,”papar Pendeta Elifas Maspaitella.
Adapun,kata Pendeta Elifas Maspaitella budaya musik tradisional Jukukulele menjadi cermin bahwa Kota Ambon itu kota yang terbaik dalam musik dan bahkan musik menjadi identitas untuk mendidik generasi baru,dalam menghidupkan aura musik di Ambon Manise.
“Dengan demikian aura musik di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya,dalam menpilkan sesuatu yang unik,karena musik dihidupkan oleh anak-anak,”kata Pendeta Elifas Maspaitella.
Pada kesempatan yang sama, koordinator Mollucan Jukukulele Liders (MJL),Nicho Tulalessy mengatakan,MJL kembali melaksanakan programnya yakni dengan mengunjungi SD Kristen Belso A2,guna mengajar tentang Jukukulele kepada anak-anak sekaligus untuk mengajak mereka melestarikan budaya musik tradisional Jukukulele.
“Kami sangat senang karena anak-anak di SD Kristen Belso A2 sangat antusias dalam bermain Jukukulele dan momen ini juga begitu luar biasa karena para guru juga menyambut kami dengan luar biasa,”papar Nicho Tulalessy.
Nicho Tulalessy juga sangat bangga karena sekolah-sekolah di Kota Ambon juga telah banyak mengadopsi Jukukulele yang dimasukan dalam kurikulum mata pelajaran muatan lokal (Mulok).Oleh karena itu,apa yang sudah dilakukan oleh SD Kristen Belso A2 ini dapat dicontohi oleh sekolah-sekolah lain di Kota Ambon.
“Kalau semua sekolah di Kota Ambon melestarikan budaya musik,maka tentu pasti mengalihkan anak-anak dari pengaruh atau candu gedget,sebab zaman sekarang penting untuk anak-anak terjerumus dalam Adiksi Gawai,”ucap Nicho Tulalessy.
Dirinya tetap berkomitmen untuk terus mengunjungi sekolah-sekolah,dan mendorong group-group Jukukulele yang ada di setiap sekolah untuk penyemarataan skill bermain Jukukulele.
“Dan pelatih-pelatih Jukukulele kita akan dorong untuk memiliki pengetahuan tentang musik tradisional Jukukulele,sehingga nantinya akan di share ke anak-anak,”tandasnya.
Sementara itu,Manager Telkom Ambon mengatakan,pihaknya sangat menyambut baik kegiatan musik tradisional Jukukulele,bahkan pihak Telkomsel berjanji akan terus mensuport setiap komunitas Jukukulele di Kota Ambon.
Selain itu,pihak Telkom juga mengapresiasi acara Badonci Deng Badendang Kuti Jukukulele Sambut Kajadiang dalam rangka menyambut hari Natal dan Tahun Baru.
“Untuk itu,kita (Telkom) selalu ingin berbagi kepada masyarakat dan kepada anak-anak yang ada di Kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya,”pungkas Manager Telkom.