AMBON,N25NEWS.id-Di hari pertama sebanyak 28 orang dari 124 orang penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Maluku yang berstatus honorer mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang berlangsung di kantor regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) Karpan Ambon,Minggu (26/3/2023).
“Kita sudah bagi dalam dua hari seleksi,dimana pada hari pertama,Minggu (26/3),sebanyak 28 orang dan hari kedua Senin (27/3/2023) sebanyak 96 orang,”ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku,Sarles Brabar, SE.M.Si.
Dijelaskannya,sebanyak 96 orang yang akan mengikuti tes pada Senin besok dibagi dalam dua sesi yaitu sesi pertama 41 orang dan sesi kedua 55 orang.
Lebih lanjut Sarles Brabar menjelaskan,seleksi P3K dilakukan secara Computer Asistent Test (CAT) untuk semua pengetahuan umum (30 persen), dan selanjutnya akan dilakukan tes spesifikasi/kompetensi yang lebih dikhususkan kepada bidang tugas (50 persen) dan sisanya 20 persen terkait dengan administrasi.
“Kita akan selesaikan tes P3K ini sampai tanggal 9 dan 10.Jadi kita punya harapan 30 kursi dari BKKBN,peserta ini bisa optimal,karena jika semua lolos maka tentu rengking, sistem penentuan kita banyak yang lolos,”jelas Sarles Brabar.
Dijelaskannya lagi,penentuan kelulusan memakai sistem rengking dan penentuannya oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Diketahui,regional untuk wilayah Indonesia timur meliputi empat provinsi yaitu Provinsi Maluku,Papua,Papua Barat dan Maluku Utara.
“Jadi bilamana nanti ada kekurangan di Papua Barat, Papua dan Maluku Utara dan dengan sistem rengkin namun masih ada nilai yang tinggi di Maluku, maka kita bisa kirim/pindahkan ke provinsi yang nilai rengkingnya masih kurang/rendah dan sebaliknya,” ujar Sarles Brabar.
Untuk itu, Sarles Brabar berharap, jika 124 orang penyuluh KB di Provinsi Maluku yang mengikuti seleksi P3K formasi tahun 2022 bisa lebih banyak yang lulus melebihi kuota 30 kursi, maka,”Kami berharap mereka akan siap untuk ditempatkan di provinsi lain dalam regional wilayah Indonesia Timur,”pungkasnya.(**)