AMBON,N25NEWS.id-DPRD Provinsi Maluku akan memanggil Direktur RSUD dr.M.Haulussy Ambon untuk diminta penjelasannya terkait kondisi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) yang terancam ditutup.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Maluku, Aziz Sangkala kepada wartawan di Ambon,Rabu (29/6/2022).
Dikatakannya,studi kedokteran dibawah Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) yang sebelumnya sebagai Program Pendidikan Dokter (PPD) Unpatti pada tahun 2008, kini kondisinya terancam ditutup.Menyikpinya, DPRD Provinsi Maluku akan memanggil Direktur RSUD dr Haulussy, Nazarudin untuk dimintai penjelasan.
“Itu direkomendasi dewan,saya ingat betul dalam pembahasan anggaran, itu meminta empat dr ahli dikembalikan ke RUSD dr. Haulussy Ambon, sehingga kita berharap Pemda Maluku dalam hal ini saudara Sekda, bisa segera mendorong agar RSUD Haulussy kembali menerima empat dr itu,”ujar Aziz Sangkala.
Lebih lanjut menurutnya,ada rasa kekhwatiran besar dari DPRD kalau keberadaan RSUD dr. Haulussy bisa berdampak pada aktifitas FK Unpatti yang sebagai anak Maluku banyak telah menimbah ilmu pendidikan kedokteran di fakultas tersebut.
“Putra/Putri daerah yang tersebar di seluruh Maluku, yang nantinya akan mengabdi didaerah ini, dan itu kalau sampai ditutup mau dikemanakan mereka semua, sehingga tidak boleh tidak apapun yang terjadi terhadap FK itu, harus bisa tetap eksis,”terangnya.
Olehnya itu, selain sebagai RS rujukan RSUD Haulussy juga bisa sebagai wadah penunjang mahasiswa FK melakukan praktek pendidikan kedokteran, termasuk dengan keberadaan empat dr ahli yang didatangkan dari luar untuk membantu proses pendidikan dan pelatihan ilmu kedokteran.
“Keberadaan RSUD Haulussy harus bisa menjadi penunjang FK Unpatti, karena tidak bisa di RS lain selain RSUD Haulussy sebagai RS yang ditunjuk sebagai penyanggah dari FK Unpatti,”ujarnya.
Sebagai lembaga legislative kata, Sangkala sangat berharap ada atensi atau perhatian serius dari Pemda Maluku, terhadap status RSUD dr Haulussy sebagai RS penyangga dari keberadaan FK Unpatti agar tetap selalu eksis.
Untuk itu, DPRD pun telah mengagendakan mengundang pihak RSUD untuk bisa menyampaikan berbagai kendala atau persoalan, terhadap kesiapan sebagai RS penyangga FK Unpatti.
Hal senada juga disampaikan salah satu anggota DPRD, sebagai syarat berdirinya FK, harus memiliki RS penyangga, khusus FK Unpatty RS penyangganya ada pada RSUD dr Haulussy Ambon yang didukung sediktnya empat dr ahli.
“Sekarang kalian tolong cek dosen kedokteran Unpatti dan tanya apa sebenarnya terjadi, bisa-bisa FK ditutup itu,”ungkap sumber yang dapat dipercaya di DPRD Maluku, pada awak media, Selasa(27/6).
Ironisnya ke empat dr ahli yang didatangkan, selain membantu pasien, juga membantu mahasiwa dalam berbagai praktek di RSUD dr Haulussy, namun jika keberadaan mereka sudah tidak lagi berada di RSUD dr Haulussy, bisa berdampak pada aktifitas FK Unpatti.
“Empat dr yang dikirim ke RSUD dr Haulussy, infonya mereka sudah cabut dari RSUD Tulehu.Pertanyaanya apakah FK Unpatti masih dipertahankan atau tidak, tapi jangan-jangan sampai terancam ditutup,”tegas sumber.
Tapi kenyataan akui sumber, fakta telah membuktikan RSUD dr Haulussy belum bisa memenuhi, sayarat sebagai RS penyangga.
“Sayarat itu harus bisa dipenuhi dengan lisensi empat dr yang ada disana, tapi kenyataanya keempat dr ahli tersebut, telah dimutasikan dari RSUD dr Haulussy Ambon, bahkan ada dr yang meminta keluar dari RS,” ucapnya.