BKKBN Maluku Wisudakan 31 Oma Opa BKL Nusa Indah Hutumuri

by -15 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Sebanyak 31 orang lansia mengikuti prosesi wisuda setelah berhasil mengikuti pendidikan sekolah lansia selama 6 bulan,di Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Nusa Indah,yang berlangsung di Marina Hotel Kota Ambon,Rabu (29/11).

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Nopian Andusti,SE.MT,menyebut,sekolah lansia jangan diartikan sebagai sekolah secara umum,tetapi bagaimana adalah dukungan dari semua pihak untuk mendorong para lansia agar tetap bahagia di usia tua.

Lebih lanjut,dia mengatakan,lansia pernah mengalami masa muda,olehnya perlu adanya persiapan diri untuk bagaiman mendukung program lansia.Olehnya,lansia harus disiapkan menjadi lansia yang tangguh,smart,sehat, mandiri, aktif dan bermartabat.

“Saking sayangnya kita kepada orang tua dan melarang mereka untuk beraktivitas.Padahal,lansia harus aktif,karena sudah 10,48 persen bergerak naik terus dan pada saatnya penduduk lanjut usia akan semakin bertambah besar dan kita akan masuk pada bonus demografi tahap kedua,dimana kita ingin lansia  bisa memberikan kontribusi bukan saja untuk keluarga,tetapi untuk nusa dan bangsa,”ujarnya.

Dia pun mencontohkan di luar negeri,para lansia masih diberdayakan, mereka masih aktif bekerja, baik itu di rumah sakit dan instansi lainnya.Dan ini bukan soal materi yang mereka cari,namun pekerjaan yang mereka lakukan adalah suatu kebahagiaan, dan pengalaman ini yang mereka cari saat mereka sekolah lansia.Tentunya, mereka pasti gembira sebab di rumah komunikasi mereka berkurang.

Dikatakan,dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, patut diapresiasi.Pasalnya, sekolah lansia ini adalah sekolah yang pertama di kota Ambon dan sekaligus yang pertama di provinsi Maluku.

“Tahun depan kita berharap semua kabupaten/kota minimal satu ada sekolah lansia,itu targetnya.Karena sekolah lansia ini sebetulnya adalah pengembangan dari bina keluarga lansia,tetapi sedikit kita lebih,kita siapkan modul, kurikulum dan sebagainya.

“Dan saya yakin dan percaya dibawa kepempimpinan Pj Walikota Ambon dan ketua TP-PKK Kota Ambon akan dapat lebih mengembangkan lagi sekolah-sekolah lansia di Kota Ambon ini dan terkhusus kepada ketua TP-PKK Kota Ambon,karena dimana-mana,ada campur tangan ketua TP-PKK,dia yakinan akan lebih berkembang lagi,” paparnya.

Dan ini membuktikan dimana-mana,kalau tim penggerak PKK sudah ikut ambil,maka tidak ada yang tidak dilaksanakan.”Kalau ibu Renta Rego masih ada keterbatasan,tapi kalau Ketua TP-PKK tidak ada batasan,karena perdana menteri,”ucapnya.

Sementara itu,Kepala BKKBN Maluku,Dra.Renta Rego dalam laporannya mengatakan,

Sekolah Lansia BKL Nusa Indah merupakan sekolah lansia di kelompok BKL yang pertama di provinsi Maluku dan ditujukan kepada para masyarakat lanjut usia sebagai upaya pemberian informasi pelatihan tentang kesehatan,keagamaan,social budaya sehingga lansia dapat hidup bahagia sejahtera.

Pelaksanaan sekolah lansia di kelompok BKL bertujuan untuk :

1.Meningkatkan kulitas kelompok bina keluarga lansia dalam mewujudkan lansia tangguh

2.Meningkatkan pemahaman lansia tentabg konsep smart dalam lingkup lansia tangguh 7 dimensi (spiritual,fisik,emosional,social,vaksionaldan lingkungan)

3.Meningkatkan pengetahuan lansia tentang proses menua sehat dan sakit,kesehatan fisik dan mental serta lingkungan yng mendukung kehidupan lansia.

Peserta tim pengajar dan pengurus sekolah lansia

Siswa-siswi lansia BKL Nusa Indah berjumlah 31 orang,para lansia mandiri di Desa Hutumuri yang hadiri dari Opa : 7 orang dan Oma : 24 orang di desa Hutumuri yang telah hadir di saat ini dan ditemani  anggota keluarga

2.Tim pengajar dari :

a.DPPKB Kota Ambon

b.Dokter dan perawat dari puskesmas Hutumuri

c.Pisikolog

d.Guru Pendidikan Jasmani

3.Pengurus sekolah lansia dari pemerintah Negeri Hutumuri dan Kader BKL Nusa Indah.

Pelaksanaan Sekolah Lansia BKL Nusa Indah Angkatan I

a.Launching sekolah lansia BKL Nusa Indah pada tanggal 16 Juni 2023 oleh bpk Walikota Ambon di Negeri Hutumuri

b.Proses belajar telah dilakukan selama kurang lebih 6 bulan mempergunakan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan para lansia

c.Proses belajar dilakukan 2x dalam sebulan setiap hari Sabtu pada Minggu yang telah disepakati oleh pengajar,pengurus dan siswa

e.Siswa sekolh lansia BKL Nusa Indah yang kita laksanakan disaat ini.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresisi yang tinggi kepada pemerintah Kota Ambon, Walikota Ambon,ibu Ketua TP-PKK Kota Ambon,Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ambon yang dengan sangat mendukung pelaksanaan sekolah lansia pada kelompok bina Keluarga Lansia dikota Ambon,”pungkasnya.

Dikesempatan yang sama,Pj Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyebut,ini bukti bahwa Pemkot mendukung para orang tua ini untuk menikmati hari tua mereka, sekaligus melihat mereka di wisuda dalam menyelesaikan program ataupun pendidikan yang dilakukan oleh BKKBN lewat BKL Nusa Indah Negeri Hutumuri.

“Saya ingat persis 6 bulan lebih yang lalu di Negeri Hutumuri,bersama dengan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku waktu itu ibu Widya Pratiwi Murad,kami melaunching,meresmikan BKL Nusa Indah,waktu itu baru mau mulai para lansia sebanyak 31 orang baru memulai pendidikan,”ujarnya.

Ada harapan-harapan yang Pemkot Ambon sampaikan pada saat itu,dimana bersepakat dan menganggap bahwa para orang tua ini adalah contoh dan teladannya kenapa,karena mereka sudah melalui proses kehidupan yang panjang,orang Ambon bilang su makan asam garam dalam kehidupan.

Dan karena itu keberadaan mereka di usia lanjut ini,bukan menjadi beban,tetapi musti menjadi orang-orang yang terus menjadi sombar.Tetapi,pengalaman hidup mereka mesti menjadi bahan masukan bagi kehidupan selanjutnya.

“Karena itu, walaupun sudah menjadi usia yang lanjut mereka bisa menampilkan, tari-tarian,paduan suara yang luar biasa.Itu yang menjadi sumber inspirasi bagi kita.Kalau orang tua masih bisa bersemangat seperti itu,bagaimana kita yang masih muda.Nah harapan itu disampaikan supaya mereka tetap bersemangat,”tandasnya.

Pemerintah mengurus masyarakat ini mulai dari lahir sampai meninggal,begitu lahir langsung dilakukan catatan legasir,akte kelahiran, begitu meninggal dikasih akte kematian.Jadi lahir sampai meninggal di urus oleh pemerintah.

Pemerintah tetap memberikan apresiasi kepada BKKBN yang memprakarsai sekolah lansia ini.”Saya waktu itu juga sempat kaget,tapi ini wujud pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakatnya,”ujarnya.

“Bahkan dalam guyonan saya bilang kepada opa Deng oma masih ingat,jangan sampai cinlok,itu guyonan saja,tapi maksudnya adalah kebahagiaan, keceriaan kita ingin dapatkan dari pada orang tua kita,”ucapnya.

Editor : Aris Wuarbanaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *