KUPANG,N25NEWS.id – Kehadiran Balai Pelestarian Budaya XX Maluku dalam ajang Internasional Indonesian Pacific Cultural Connection (IPCC) menjadi sorotan penting dalam upaya memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik.
Dengan mengirimkan tiga utusan, yakni Nico Tulalessy, Dorys Loren, dan Walson Parepa, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada promosi budaya, tetapi juga menyoroti kerja sama yang saling menguntungkan dalam berbagai bidang.
Hal ini di sampaikan Kepala Balai Pelestarian Budaya XX Maluku Dody Wiranto di selah-selah ajang Internasional Indonesian Pacific Cultural Connection (IPCC) yang berlansung di Kupang Provinsib Nusa Tenggara Timur Kamis,(7/11)
Dody Wiranto menyebut Salah satu tujuan utama dari IPCC adalah memperkuat diplomasi budaya. Program ini berupaya membangun jembatan melalui pertukaran seni, tradisi, dan pengetahuan antara Indonesia dan negara-negara seperti Papua Nugini, Fiji, dan Samoa.
Untuk itu kata Dody Wiranto,Kedua belah pihak diharapkan dapat saling memahami dan menghargai keragaman budaya yang ada, sehingga mengurangi stereotip dan membangun persepsi positif di antara masyarakat masing-masing.
“Dalam ajang ini, workshop yang diadakan menjadi wadah bagi seniman dan budayawan untuk berbagi teknik dan pengetahuan. Ini adalah kesempatan emas bagi para peserta untuk memperkaya kompetensi mereka, serta menciptakan koneksi personal yang dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang. Promosi budaya nasional juga menjadi agenda penting, memberikan peluang bagi Indonesia untuk dikenal lebih luas di kancah internasional,”ujarnya.
Dia menembahkan,Keberlanjutan program budaya internasional menjadi harapan besar kedepan. Diharapkan bahwa workshop tidak hanya berlangsung sekali, tetapi juga secara berkala untuk terus memperkuat hubungan antarbudaya. Selain itu, penting untuk melibatkan lebih banyak negara dan komunitas budaya, agar program ini bisa menjangkau daerah-daerah yang kaya akan budaya lokal.
Selain itu lanjutnya,penguatan identitas budaya lokal juga menjadi perhatian utama. Melalui interaksi yang saling menguntungkan, identitas budaya yang unik dari setiap daerah dapat dipahami dan dihargai dengan lebih baik, tanpa tergerus oleh pengaruh asing. Keterlibatan generasi muda dalam program ini akan memastikan bahwa warisan budaya terus terjaga dan berkembang seiring dengan zaman.
“Dengan adanya inisiatif seperti IPCC, kita berharap tercipta ekosistem budaya internasional yang dinamis dan inklusif. Dukungan kebijakan dan alokasi anggaran yang memadai dari pemerintah dan stakeholder terkait sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini. Melalui kolaborasi yang solid, pelaku budaya dari berbagai negara akan dapat saling mendukung dan berkontribusi pada pelestarian budaya serta kesejahteraan masyarakat,’tambah Kepala Balai Pelestarian Budaya XX Maluku Dody Wiranto.
Melalui kegiatan ini, Balai Pelestarian Budaya XX Maluku tidak hanya berperan dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga dalam membangun masa depan yang lebih cerah bagi hubungan budaya di kawasan Pasifik.
Penulis : Redaksi