AMBON,N25NEWS.id-Aksi demo damai yang dilakukan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Maluku didepan Kantor DPRD Provinsi Maluku dikawasan Karang Panjang dengan tegas meminta, DPRD lewat Gubernur Maluku mencopot direktur RSUD dr M Haulussy-Ambon, dr Nasarudin.
Desakan KSBSI karena, Nasarudin dinilai tidak mampu dapat menyelesaikan berbagai permasalah terkait hak-hak tenaga kesehatan (Nakes) yang hingga saat ini belum terbayarkan.
Akibatnya berbagai permasalahan terkait dengan pelayanan kesehatan mengalami berbagai permasalahan, bahkan kondisi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Maluku terkesan terlihat kumuh dan tak terurus dengan baik.
Dalam orasi didepan Balai Rakyat Karangpanjang, Selasa (14/11)
Ketua KSBSI Maluku, Demas Luanmase mengatakan, miris karena ketidakpedulian direktur terhadap berbagai jasa Naskes yang belum terbayarkan hingga kini.
”Kami minta agar copot direktur RSUD dr M Haulussy-Ambon dan diganti dengan anak daerah yang peduli terhadap kesehatan masyarakat di Maluku,”tegasnya.
Disebutkan, jika RSUD dr M Haulussy- Ambon merupakan wajah orang Maluku sehingga mesti ditata dan dikelola dengan baik demi kepentingan masyarakat.
Karena itu, diharapkan perhatian DPRD Provinsi Maluku untuk meminta Gubernur Maluku menggantikan direktur RSUD dr M Haulussy, dr Nasarudin yang tidak memperhatikan manajemen dan pengelolaan rumah sakit secara baik.
Aksi pendemo akhirnya diterima Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw mengatakan, terkait permintaan yang disampaikan pendemo, tidak semuanya menjadi tanggung jawab Komisi III.
Contohnya persoalan kesehatan dan tenaga kerja merupakan tanggung jawab Komisi IV, tapi apa yang menjadi aspirask pendemo akan disampaikam ke komisi terkait.
Namun sepengetahuannya, Komisi IV telah mendorong bahkan melakukan rapat mitra bersama dengan dokter ahli maupun dengan direktur RSUD dr M Haulussy dan staf guna menyelesaikan berbagai masalah.
”Saya sendiri adalah Ketua Komisi III sedangkan persoalan ini ini rananya Komisi IV DPRD Provinsi Maluku. Memang telah ditindaklanjuti namun sampai sekarang belum terselesaikan. Selanjutnya saya akan melakukan koordinasi dengan Ketua komisi IV untuk terus mendorong apa yang menjadi aspirasi teman-teman ” jelasnya.
Ditegaskan, jika persoalan RSUD dr M Haulussy telah didorong oleh DPRD Provinsi Maluku dengan mengeluarkan rekomendasi terkait pergantian direktur RSUD dr M Haulussy- Ambon.
“Kita akan terus berkoordinasi sehingga apa yang menjadi permasalahan bisa terselesaikan dengan baik ” demikian Rahakbauw.
Samahalnya dengan persoalan tenaga kerja di Perum Bulog Maluku juga menjadi tanggung jawan Komisi II, namun setelah dikoordinasikan dengan Ketua Komisi II dalam waktu dekat pihak Bolog Maluku akan segera dipanggil agar dapat menjelaskan berbagai persoalan tenaga pekerja di perusahan milik negara tersebut.(**)