AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah kota (Pemkot) Ambon memprioritaskan penyediaan air bersih pada sejumlah titik di berbagai kawasan Kota Ambon.
“Paling tidak sejak kita memprioritaskan air bersih ini, kita sudah membuka sejumlah titik di Kota Ambon dengan jumlah pelanggan yang bervariasi. Harapan dan tanggung jawab kita adalah menyediakan akses tersebut untuk masyarakat,” kata Wali Kota Ambon pada peresmian akses air bersih bagi masyarakat di kawasan Farmasi Atas, Kelurahan Kudamati, Kamis (5/11/2026).
Wali Kota mengungkapkan dalam kondisi keterbatasan pendapatan daerah, Pemkot Ambon belum dapat memberikan fasilitas gratis secara menyeluruh.
“Skema saling menopang antara Pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan demi kelangsungan operasional PDAM serta pengembangan jaringan di kawasan lain. Beta mengimbau masyarakat agar memenuhi kewajiban administrasi dan pembayaran iuran sesuai ketentuan perusahaan daerah,” katanya.
Wali Kota mengatakan, kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menepati janji serta memperluas akses kebutuhan dasar warga.
“Katong bersyukur atas tersedianya fasilitas air bersih yang menjadi salah satu prioritas utama dalam masa kepemimpinan Beta dan ibu Wakil Wali Kota,” ujarnya.
Dirinya mengimbau warga untuk menggunakan air secara bijak mengingat Kota Ambon tengah menghadapi ancaman kemarau berkepanjangan akibat fenomena El Nino.
Dijelaskannya,sumber air utama Kota Ambon yang berpusat di Wainitu saat ini mengalami penurunan debit air secara signifikan. Beberapa titik aliran permukaan, seperti di kawasan Kusu-Kusu (Air Keluar), dilaporkan mulai mengering.
“Tantangan kita hari ini sangat berat. Debit persediaan air di Wainitu semakin mengecil. Jika kondisi kemarau ini bertahan hingga bulan Maret, kita khawatir pasokan air di kota ini makin menipis. Oleh karena itu, manfaatkanlah air sebijak mungkin,” ujarnya.
Wali Kota juga menyinggung maraknya kebakaran lahan akibat musim kemarau. Pemkot Ambon akan mengambil langkah tegas dengan memberlakukan patroli dan pengawasan ketat. Pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan secara sembarangan akan ditindak dan diproses hukum secara maksimal.
“Bakar lahan itu dampaknya menyusahkan banyak orang. Saat ini sudah ada pelaku pembakaran yang tertangkap dan sedang diproses hukum. Kita minta agar dihukum seberat-beratnya,” tegas Wali Kota.
Total mata keran yang diresmikan berjumlah 26, namun hanya 9 yang dibuka sebagai simbolis peresmian.
Turut serta bersama Wali Kota Ambon melakukan peresmian,Sekkot,Robby Sapulette, Plt. Kasat Pol-PP, Silver Leatemia, Kepala Dinas PUPR, Melianus Latuihamallo, Kepala Sub Bagian Protokoler, Hendrik Risakotta, Plt. Dirut Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima, Kepala Dinas Perkim, Ivonne Latuputty, serta Lurah Kudamati, Aprialdo Ditubun.(**)