AMBON,N25NEWS.id-Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) harus dapat memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Ambon,Boedewin Wattimena pada kegiatan Penilaian Lomba Desa Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Maluku di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, PKK tidak hanya bergerak ketika menghadapi perlombaan,tetapi juga melihat persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,mulai dari penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS hingga konsumsi minuman keras.
Dikatakannya,PKK merupakan mitra strategis pemerintah yang harus mendapatkan dukungan melalui kolaborasi dan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Oleh sebab itu,berbagai program pemberdayaan keluarga yang dijalankannya harus dipastikan berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PKK adalah mitra pemerintah. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan PKK mesti didukung oleh pemerintah daerah dalam berbagai tingkatan, termasuk di Kota Ambon melalui kolaborasi, kerja sama, dan bersinergi dengan OPD-OPD terkait,” Jelas nya.
Ia menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap PKK tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi harus menjangkau kecamatan hingga desa, negeri, dan kelurahan.
Bodewin juga mengingatkan TP- PKK Kota Ambon membiasakan diri mengikuti berbagai kompetisi dan perlombaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau belum siap, jangan kita ikut lomba. Tetapi kalau mereka sudah siap setengah, kita bantu supaya mereka siap penuh,” katanya.
Wali Kota berharap gerakan PKK tumbuh secara berkesinambungan dari desa, negeri, dan kelurahan, kemudian kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.
Dengan demikian, aktivitas PKK tidak berhenti setelah penilaian atau perlombaan selesai.
Menurutnya, keberhasilan PKK bukan semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan dari dampak nyata program terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Disampaikannya,pemberdayaan keluarga tidak harus dimulai dari program besar atau kegiatan yang membutuhkan anggaran besar.
Hal sederhana seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayuran dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Dicontohkannya, daripada harus membeli cabai dengan harga mahal di pasar, masyarakat dapat menanam sendiri beberapa pohon cabai di halaman rumah.
Baginya, langkah sederhana tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi pengeluaran keluarga.
“Jadi pemberdayaan keluarga itu bukan soal yang muluk-muluk. Kalau mau makan cabai, ada. Mau makan terung, ada. Kira-kira begitu,” ucapanya.
Selain itu , pentingnya peran orang tua dalam bidang pendidikan serta keterlibatan keluarga dalam membangun lingkungan yang sehat dan sejahtera.
Dirinya, menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kota Ambon, di antaranya penyalahgunaan narkoba, peningkatan kasus HIV/AIDS, serta konsumsi minuman keras.
Hal tersebut harus mendapat perhatian serius karena salah satu fondasi utama pencegahannya dimulai dari lingkungan keluarga.
Lanjutnya,orang tua harus dapat mengawasi pergaulan anak apabila tidak memiliki kepedulian terhadap aktivitas anak, termasuk ketika anak belum pulang hingga larut malam.
Demikian juga dengan persoalan miras untuk itu,orang tua harus memberikan contoh yang baik dan tidak justru ikut terlibat dalam kebiasaan mengonsumsi minuman keras bersama anak.
“Pertanyaannya, semua ini mulai dari mana? Dari keluarga. Bagaimana kalau anak belum pulang sampai tengah malam, orang tua tidak bertanya? Bagaimana miras merajalela kalau orang tua juga turut minum dengan anak?” katanya.
Lanjutnya, keluarga harus menjadi tumpuan utama dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Bodewin berharap melalui penguatan 10 Program Pokok PKK, setiap keluarga dapat menjadi lebih tangguh dan sejahtera yang tentunya akan berdampak.(**)