SAUMLAKI,N25NEWS.id-Serah terima pejabat lama dikalangan intansi Militer, Batalyon Infanteri 734/Satria Nusa Samudra, dari pejabat lama, Danyonif, 734/SNS, Letkol Inf Rodolf G Paulus, yang menduduki jabatan baru sebagai Dandim Piru, Seram Bagian Barat, (SBB).
Sedangkan pejabat baru Danyonif 734/SNS, Letkol Inf. Erfan Tri Hernowo, sebelumnya menjabat sebagai Pabandya BMN Slogdam VI/Mulawarman.
Selain itu,lulusan Akmil tahun, 2004, dengan pangkat Letnan Dua, (Letda) menapak karir awal di Yonif 751/R, di Sentani Papua.”Dan kemudian mengemban tugas terakhir sebagai Pabandya BMN Slogdam VI, Cerita Lelaki yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak itu.
Menyingung kalimat Infanteri tentu menjadi banyak pertanyaan dikalangan masyarakat, mungkin bisa dijelaskan apa itu Infanteri.
Danyon, Infanteri merupakan pasukan tempur darat utama yaitu pasukan penjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat.
Lanjut sang Letkol, Infanteri berasal dari kata infant, yang berarti kaki, biasanya untuk menggambarkan para tentara muda yang berjalan kaki di sekeliling para ksatria yang menunggang kuda atau kereta.
“Oleh karena itu,kita harus tau juga bahwa seorang Infanteri harus memiliki kemampuan berkelahi, menembak, dan bertempur dalam segala medan dan cuaca, juga pasukan Infanteri modern dapat diangkut ke daerah pertempuran dengan pesawat terbang, kapal/perahu, truck, kendaraan lapis baja, atau helikopter, itulah Infanteri,” demikian tutur Erfan Tri.
Ditanya selain Infanteri merupakan pasukan tempur darat utama sebagai pasukan jalan kaki, kira-kira tugas lain yang harus dilakukan ? Jawabnya, sebagai Infanteri, merupakan organik dari kesatuan lapis baja, atau kesatuan mobil udara.
Namun apabila terlibat dalam pertempuran baik dalam keadaan menyerang maupun bertahan, pasukan Infanteri bertempur diluar kendaraan sebagai pasukan penjalan kaki.
Lanjutnya, sasaran atau wilayah belum dapat dikatakan berhasil direbut sebelum diduduki dan dikuasai satuan Infanteri.
Disitulah ada muncul sebutan Infanteri adalah “Queen of the Battle” (ratu dari pertempuran), pungkasnya.
Menyangkut apa yang akan dilakukan setelah mendapat kepercayaan dari pimpinan Militer, sebagai Danyonif baru, pengganti mantan Danyon yang baru dimutasi ? Katanya, apabila diperhatikan tugas dan kewajiban dari Batalyon Infanteri, maka didalamnya akan terlihat kegiatan yang mempunyai nilai strategis dalam seluruh upaya pembinaan kemampuan, khususnya dalam mendukung tugas-tugas yang telah diamanatkan.
“Juga terkait dengan adanya upaya, usaha, yang telah dilakukan pejabat Danyon lama, dipastikan saya akan melanjutkannya, jika itu penting kepada satuan, kenapa tidak ? Yang pasti,”akui.
“Saya sudah lihat usaha, upaya yang ditinggalkan Danyon lama akan dilanjutkan. Dengan tidak menyepelekan tugas kita sebagai satuan tempur, sebagaimana telah disinggung awal sebaga pasukan Infanteri,”paparnya.
Menyangkut jumlah personil Batalyon Infanteri ? Jawabnya, jumlah personil Infanteri, kurang lebih 700 hingga 1000 orang. Batalyon pada umumnya dipimpin seorang Mayor (senior), atau Letnan Kolonel. Kemudian pada umumnya, terdapat 3-6 kompi. Dalam penyusunan sebua Yonif, TNI-AD menggunakan Tabel Organisasi Peralatan-Rangka Organisasi Infanteri atau TOP-ROI.
Bisa dijelaskan Kedekatan TNI, dengan Rakyat. Menurut Letkol Inf Erfan Tri Hernowo, kedekatan dan kemanunggalan TNI dengan Rakyat, menjadi modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan Negara yang bersifat semesta. Slogan “TNI bersama Rakyat Kuat”, bukanlah kalimat yang dibuat agar semata-mata manis didengar, tetapi, karena TNI, sangat menyadari dahsyatnya kekuatan melalui kebersamaan yang dibangun bersama Rakyat,” tuturnya.
Tambahnya, secara universal, tugas tentara memang untuk berperang. Tetapi pada masa damai, tentara akan turun ke lapangan untuk membantu kesulitan Rakyatnya dan membantu program pembangunan pemerintah. Karena pada masa damai sesungguhnya merupakan suatu masa dimana Negara sedang menyiapkan diri untuk berperang, jelas, Erfan Tri, mengakhiri wawancara diruangannya.
Penulis : JM