Berkaitan Dengan Penjaringan Sekda Maluku, Diendus Konsorsium Pemuda Seram Ditunggangi

by -21 views
by

AMBON,N25NEWS.com –  KONSORSIUM pemuda Seram akan meggelar Silaturahmi akbar pengurus DPP bersama Ir. Sadli le pada tanggal 14 Agustus mendatang.

Undangan untuk rencana kegiatan itu sudah disebarkan ke sejumlah organisasi kepemudaan.

Perihal kegiatan tersebut, Farham Suneth, salah satu tokoh muda kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengomentari kegiatan dimaksud.

Suneth menyatakan, adanya keganjalan yang sangat dalam konsolidasi berkedok silaturahmi akbar tersebut.

Diktakan, dari surat undangan yang disebarkan pengurus Konsorsium, nama Sadli le di khususkan.

“Ini terkesan adanya kepentingan yang nantinya akan dieksekusi,” endus Farham.

Farham mengendus, kepentingan yang sangat dekat oras ini dengan melibatkan Sadli le adalah proses pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Maluku.

“Penjabat Sekda Sadli le ditulis namanya lengkap dalam surat undangan. Meski hari ini dirinya dinobatkan sebagai ketua dewan penasehat. Ada keganjalan luar biasa di wilayah ini,” papar Farham.

Farham mengingatkan, pengurus Konsorsium Pemuda Seram dari Timur hingga Barat lebih harus lebih transparansi maksud kegiatan yang akan digelar.

Sepatutnya kata Farham, Konsorsium yang mengatas namakan seram raya tidak serta merta mengatur hal tanpa mempertimbangkan efek buruk yang nantinya diterima.

Farham tegas menyatakan, bicara pemuda apalagi gerbong konsorsium Seram Raya harus berhati-hati. Seram Bagian Barat (SBB) merupakan wilayah terbesar ketiga di Maluku setelah Maluku Tengah (Malteng) dan kedua kota Ambon.

“Seram Bagian Barat (SBB) adalah wilayah terebesar kedua di Maluku. Mengerucut ke SBB, maka wilayah Huamual adalah raksasa dari 10 kecamatan lainnya. Jadi jangan sembarangan dalam mengatas-namakan pemuda,” tegas tokoh asal kecamatan Huamual tersebut.

Dikatakan, keterlibatan Sadli le dalam pelaksanaan agenda silaturahmi akbar tercium.

Magister jebolan Universitas Pattimura itu meminta, pengurus Konsorsium hendaknya lebih mempertimbangan kepantasan yang proposional sehingga tidak ada indikasi ditunggangi kepentingan.

“Jangan jadikan gerbong besar ini untuk kepentingan perseorangan. Seram itu besar dan bukan milik satu dua orang,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *