API Maluku Gelar Aksi Demo Tuntut Penegakan Hukum Terhadap Jaksa yang Terlibat Dalam Pemerasan Fatlolon

by -21 views
by
Orasi aksi demo Aliansi Pemuda Intelektual Maluku ( API MALUKU ) di kejaksaan Tinggi Maluku (07/26)

Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar untuk menuntut penegakan hukum yang adil

AMBON,N25NEWS.id -Ratusan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Intelektual Maluku melaksanakan aksi demo di depan Kejaksaan Tinggi Maluku,rabu 7 Januari 2026.

Dengan semangat perjuangan untuk keadilan, mereka menuntut agar lima jaksa yang terlibat dalam kasus pemerasan terhadap mantan Bupati Petrus Fatlolon segera dipecat.

Dalam aksi tersebut, sejumlah tuntutan diserahkan dan diterima oleh As Intel Kejaksaan Negeri Ambon, Diky Octavia, sebagai bentuk suara kolektif yang menginginkan penegakan hukum yang tegas dan transparan.

Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan enam tuntutan utama. Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Selvianus Imsula penanggung jawab aksi demo adalah perlunya penindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam kasus pemerasan yang merugikan Petrus Fatlolon  di antaranya Dadi Wahyudi, Muji Murtopo, Riky Santoso dan Bambang Irawan dan Kejari Kabupaten Kepuluan Tanimbar yakni Adi Imanuel Palembangan, S.H., M.H.

Menurut Imsula, kejaksaan seharusnya menjadi tempat di mana kebenaran dan keadilan ditegakkan, bukan menjadi arena permainan yang mencederai hak-hak masyarakat.

Imsula menekankan bahwa di Saumlaki, daerah tempat kejadian, tampak ada permainan dan kongkalikong hukum yang mencoreng wajah institusi hukum.

“Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar untuk menuntut penegakan hukum yang adil, ”ujarnya.

Kasus pemerasan mantan bupati Petrus Fatlolon telah menarik perhatian publik, terutama setelah munculnya dugaan keterlibatan beberapa jaksa dalam praktik ilegal tersebut.

Kejaksaan seharusnya menjadi pelindung hukum bagi masyarakat, tetapi dalam kasus ini, banyak yang merasa bahwa integritas penegak hukum dipertanyakan. Hal ini menjadi alasan kuat bagi pemuda Maluku untuk bersuara dan menuntut keadilan.

“Aksi demo ini menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat Maluku akan adanya penegakan hukum yang benar-benar adil dan transparan,”jelasnya.

Para pemuda merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan hak-hak warga, khususnya dalam konteks penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum.

Keterlibatan massa yang signifikan dalam aksi tersebut secara tegas memberikan pesan kepada pihak berwenang bahwa masyarakat tidak akan diam terhadap ketidakadilan.

Dengan digelarnya aksi ini, API Maluku semakin memperkuat posisinya sebagai wadah aspirasi pemuda dalam memperjuangkan keadilan.

Tuntutan mereka jelas: lima jaksa yang terlibat dalam pemerasan harus dipecat agar kasus ini dapat dibersihkan dari segala bentuk manipulasi hukum.

Penulis  : Stanlay Kailuhu

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *