Oleh : Jams Masela
SAUMLAKI-Krisis Air bersih yang dialami sebagian warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam beberapa waktu terakhir semakin memperburuk citra pelayanan publik di daerah ini.
Sebagai warga mengeluhkan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum, yang dinilai buruk, dan penunjukan Direktur yang diduga tidak sesuai dengan keahlian.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang makna Kemerdekaan yang seharusnya membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Tentu Kemerdekaan tahun ini ‘Berdaulat, Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera’, terasa ironis bagi sebagian warga Tanimbar. Bagaimana mungkin berbicara tentang kedaulatan dan kemajuan, jika kebutuhan dasar seperti air bersih saja sulit terpenuhi? Kemerdekaan seharusnya membawa kesejahteraan namun yang dirasakan justru sebaliknya.
Berbagai kalangan menilai bahwa manajemen PDAM saat ini tidak mampu mengatasi masalah yang ada.Distribusi air yang tidak merata, dan kurangnya respon terhadap keluhan pelanggan menjadi bukti nyata, selain itu, kurangnya investasi dalam pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur juga menjadi perhatian serius.
Penunjukan Direktur PDAM oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menuai kritik. Bebrapa pihak menilai bahwa proses penunjukan diduga tidak transparan, dan tidak mempertimbangkan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang tersebut.
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kepentingan politik di balik penunjukan tersebut.
Sebagian warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menuntut adanya perbaikan mendasar dalam manajemen PDAM.
Mendesak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan langkah evaluasi, bukannya diam, namun menunjuk seorang Direktur yang memiliki kompetensi dan integritas.
Selain itu, intervensi dalam infrastruktur air bersih juga harus menjadi prioritas utama.
Permasalahan air bersih ini sesungguhnya menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah untuk berbenah diri.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah lebih serius dalam menangani masalah ini, dan mewujudkan Kemerdekaan yang benar-benar membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Tanimbar, bukan sebaliknya Pemimpin Daerah ini, yang diduga sibuk membagikan makanan Proyek PL kelompok-kelompoknya.
Redaksi N25NEWS.id