SAUMLAKI,N25NEWS.id-Keangkuhan dan kesombongan oknum anggota TNI-AD, yang bertugas di Kodim Maluku Barat Daya, Sertu Thomas Belwawin, sangat-sangat meresahkan, dan menyakiti hati seseorang bahkan sampai menyerang, menghina profesi wartawan, lewat WA group Tanimbar Utara (Tanut).
Bahkan rekaman komunikasi dengan salah satu wartawan yang bertugas di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),Sabtu (23/3/2024).
Bersikap ramah tamah terhadap rakyat, bersikap sopan santun terhadap rakyat, menjaga kehormatan diri dimuka umum, senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya.
Tidak Sekali-kali merugikan rakyat, tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, sesungguhnya menjadi pegangan bagi seorang prajurit TNI.
Namun sayangnya, jauh dari harapan, berbanding terbalik ala sang oknum anggota Thomas Belwawin, ini.
Disiplin bagi seorang prajurit, merupakan sikap mental yang mencerminkan kepatuhan, ketaatan kesungguhan dan konsekwensi kepada peraturan tata tertib dengan dilandasi kesadaran untuk berbuat sesuai tuntutan peraturan yang ada.
Lain bedanya dengan oknum TNI-AD, Sertu Thomas Belwawin, yang sok jagoan, karena berseragam loreng itu.
Tentu sikap yang ditunjukkan, tanpa disadari sehingga prajurit tipe Thomas Belwawin, hanya akan merupakan gerombolan bersenjata yang dapat membahayakan keamanan.
Dalam komunikasi pada sala satu group WA umum, Thomas Belwawin, menunjukkan kepribadiannya bukan sebaga seorang abdi negara. Namun bertindak ala seorang preman jalanan, yang mengajak sala satu wartawan berduel diatas ring, kemudian menyinggung tentang sala satu jenis alustista TNI, yakni senjata, pertanyaanya, ada apa dengan oknum aparat bajingan ini, sehingga menyinggung senjata ?.
Panglima Kodam XVI Patimura, Danrem 151/Binaya, diminta menyikapi serius terkait oknum TNI-AD, yang bertugas di Kodim MBD itu. Karena, bilamana cara yang dilakukan seorang prajurit demikian, akan menimbulkan dampak buruk terhadap diri sendiri, keluarga maupun terhadap institusi, yang dapat mencoreng citra TNI itu sendiri.
Diketahui banyak chat dalam group WA tersebut, oknum anggota Sertu Thomas Belwawin, menghina profesi wartawan, dengan kalimat-kalimat yang dibacakan oleh berapa jumlah pembaca dalam group.
Hal ini terbukti, oknum tersebut tidak mengamalkan delapan wajib TNI, yang setiap saat diucapkan dalam upacara kemiliteran.
Dengan demikian Pangdam XVI Patimura, Danrem 151/Binaya, diminta menyikapi persoalan tersebut.
Reporter : JM
Editor : Aris Wuarbanaran