SAUMLAKI,N25NEWS.id-Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),dinilai tidak peduli dengan kehidupan rakyat alias “mati rasa”.
Pasalnya, ditengah musibah banjir (11-12 Maret 2024) di desa-desa sebelah barat pulau Yamdena Kecamatan Wuarlabobar, Yaru, dll serta kecelakaan laut yang terjadi tgl 13 Maret 2024 di desa Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) (KKT).
Selain itu,sampai hari ini orang nomor satu di kabupaten yang berjuluk Duan Lolat itu, lebih memilih diam dan diduga lebih memilih menghadiri kegiatan lain ketimbang turun dan melihat langsung korban banjir ataupun berkoordinasi terkait kecelakaan laut dimaksud.
“Disini bisa kita lihat bagaimana sikap seorang pemimpin yg bisa dikatakan tidak peduli dengan kehidupan masyarakat tapi lebih mementingkan kegiatan lain,”ujar anggota organisasi Pemuda Katolik, Ocky Aston,kepada media ini, beberapa waktu lalu.
Menurutnya sikap Pj Bupati KKT merupakan sebuah bentuk ketidakseriusan dalam memimpin dan melakukan pembenahan di Tanimbar.
“Seharusnya Pj Bupati punya rasa empati terhadap derita yang sedang dialami masyarakat yang terkena bencana,baik itu musibah banjir maupun korban kecelakaan laut,” tandas Aston.
Dikatakan,seharusnya Pj Bupati KKT wajib hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang ditimpa musibah sebagai bentuk empati dan dukungan psikologi, serta semangat bagi para team penyelamat yg sedang berusaha mencari dan menemukan para korban cuaca ekstrem.
“Hari ini yang kita lihat hadir dan meninjau perkembangan di lapangan adalah Basarnas, Angkatan Laut, Kepolisian, tokoh agama dan tokoh masyarakat seperti Bpk. Andre Taborat (Caesar), Bpk.Gaspers Thiodorus (Ko Ai) dan antusiasme masyarakat yang peduli terhadap keselamatan para korban.
“Namun,sangat disayangkan Pj. Bupati lebih memilih diam ketimbang menunjukan dirinya ditengah masyarakat,”sebutnya.
Lanjutnya, secara organisasi, sangat menyayangkan sikap Pj Bupati KKT yang hanya bisa membaca informasi terkait musibah yang dialami masyarakat lewat WA grup tanpa respect sedikitpun, ini terbukti bahwa Dinas Infokom KKT belum memberikan pemberitaan resmi, perkembangan pencarian para korban terkait dua musibah yang terjadi bahkan hingga kini Dinas Sosial KKT belum merespon musibah juga.
“Sebagai masyarakat kami mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang sudah dilakukan oleh instansi TNI AD/AL, Kepolisian, Basarnas, tokoh agama dan masyarakat yang sudah membantu korban bencana yang dialami. Lebih khusus kepada Bpk. Andre Taborat dan Bpk. Gaspers Thiodorus yang sudah banyak memfasilitasi pencarian korban kecelakaan laut hingga hari ini,”tandasnya.
Untuk itu,pihak ya berharap, semoga pemerintah daerah,DPRD KKT punya empati dan tidak mati rasa serta punya keprihatinan terhadap derita masyarakat dan segera menanggapi musibah yang terjadi di Tanimbar dan semoga para korban bisa ditemukan.(**)