Faktor Risiko Stunting Pada Bayi Di Maluku Tertinggi Diakibatkan Karena Terpapar Asap Rokok

by -7 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Koordinator Satgas Stunting Provinsi Maluku Lucy Pellow menyebut audit kasus stunting yang dilakukan di kabupaten/kota yang di ketuai oleh Kepala Dinas KB dan Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan,didukung oleh Tim Teknis dan Tim Pakar menemukan, faktor risiko stunting pada baduta dan balita paling banyak di akibatkan terpapar asap rokok.

Hal ini di sampaikannya dalam konfrensi pers capaian-capaian kerja BKKBN Maluku di tahun 2023,Senin (19/12/2023).

Dia menyebut,kenapa terpapar asap rokok.Pasalanya,asap rokok merupakan salah satu faktor risiko stunting,selain itu, asap rokok akan mengakibatkan penyakit saluran pernapasan seperti batuk.Dan banyak anak ditemukan itu sakit TBC,karena dia terkena dari perokok aktif dari orang tuanya.

Dikatakannya,ketika anak,ibu hamil mengalami penyakit pernapasan itu, menurut orang kesehatan,tubuhnya akan mengalami penurunan peneyerapan nutrisi dari makanan yang bayi komsumsi, dan kalau nutrisi sudah rendah dan di tambah lgi dengan sakit yang di akibatkan terpapar asap rokok,maka tubuh anak semakin lemah menyerap nutrisi.

Selain itu riwayat kehamilan ibu KEK,Buang Air Besar (BAB) yang sembarangan,terlalu banyak melahirkan anak ini juga faktor-faktor risiko stunting.

Untuk diketahui, presentase risiko kasus stunting yang di audit pada Kabupaten Maluku Tenggara di 5 kecamatan dan 10 desa,risiko tinggi mencapai 31 persen dan risiko rendah mencapai 69 persen.

Sementera itu, untuk Kabupaten Seram Bagian Timur,audit di lakukan di 5 kecamatan dengan menyasar 25 desa dengan persentase risiko tinggi mencapai 60 persen.Kabupaten kepulauan Aru di 4 kecamatan dan 10 desa risiko tinggi mencapai 59 persen,Kabupaten Maluku Barat Daya di 2 kecamatan dan 9 desa risiko tinggi capai 100 persen,Kota Tual di 3 Kecamatan dan 13 Desa risiko tinggi capai 25 persen,sementara untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar audit kasus stunting di 4 Kecamatan dan 9 Desa risiko tinggi mencapai 25 persen.

Kabupaten Maluku Tengah audit kasus stunting di 3 Kecamatan dan 10 Desa di temukan kasus stunting dengan risiko tinggi mencapai 5 persen,sedangkan untuk Kota Ambon yang di audit di 5 Kecamatan dan 62 desa ditemukan kasus stunting dengan risiko tinggi mencapai 17 persen,di Buru Selatan di audit di 4 kecamatan dan 10 Desa di temukan kasus stunting dengan risiko tinggi mencapai 52 persen.

Sementara itu di Kabupaten Buru yang di audit di 2 Kecamatan dan 9 Desa di temukan kasus stunting dengan risiko tinggi mencapai 21 persen dan yang terakhir Kabupaten Seram Bagian Barat yang di audit di 6 Kecamatan dan 10 desa di temukan kasus stunting dengan risiko tinggi mencapai 59 persen.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *