Oleh : Oleh Pdt Adlis DJ Iwisara, Sth
MOROTAI-Mengenal Adlis DJ Iwisara, dia adalah salah satu tokoh yang punya prinsip dan komitmen dalam menyikapi setiap perkembangan dari sisi keagamaan,yang begitu kepeduliannya menjaga serta melestarikan toleransi antar umat beragama,pada umumnya dan khusus di Kabupaten Pulau Morotai.
Lebih pasnya,lelaki suku Sanger Talaud, asal Daruba Pulau Morotai ini, bekerja sebagai seorang pelayan Tuhan, dia Pdt. Adlis DJ Iwisara, Sth.
Kepeduliannya terhadap lingkungan dan toleransi, antar umat beragama tidak perlu diragukan, berjiwa sosial, dan melakukan komunikasi-komunikasi antar lembaga, organisasi, tidak lain hanya demi mencegah munculnya konflik sosial di masyarakat.
Munculnya konflik sosial ala sosok Pendeta ini, dan bagaimana menyikapi serta berakhir pada penyelesaian.
Menurutnya, konflik sosial adalah peristiwa yang tidak bisa dihindari karena hampir selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Meski demikian, penyebab munculnya konflik dapat diminimalkan, salah satunya dengan mengetahui beberapa gejala akan terjadinya konflik sosial.
Seorang pelayan Tuhan ini, memberikan tiga garis besar, penyebab terjadinya konflik, adalah ; Perbedaan pendirian dan keyakinan orang perorangan telah menyebabkan konflik antar individu.
Dalam konflik-konflik seperti ini, terjadilah bentrok-bentrokan pendirian, dan masing-masing pihak pun berusaha membinasakan lawannya, diartikan secara positif.
Berikut, perbedaan kebudayaan tidak hanya menimbulkan konflik antar individu, tetapi juga bisa antar kelompok, pola-pola kebudayaan yang berbeda akan menimbulkan pola-pola kepribadian dan pola-pola perilaku yang berbeda pula dikalangan khayalak kelompok yang luas.
Selain itu, perbedaan kebudayaan akan mengakibatkan adanya sikap etnosentrisme, yakni sikap yang ditunjukan kepada kelompok lain bahwa, kelompoknya adalah yang paling baik.
Lalu kemudian yang ketiga adalah ; Perbedaan kepentingan, mengejar tujuan kepentingan masing-masing yang berbeda-beda.
Kelompok-kelompok akan bersaing dan berkonflik untuk memperebutkan kesempatan dan sarana.Inilah tiga penyebab menurut, Pdt Adlis JD Iwisara, Sth.
“Berbicara mengenai penyebab terjadinya konflik sosial, juga bukan hanya mengamati, meramalkan bahwa akan terjadi, namun hal ini bisa dapat dibuktikan dengan adanya fakta-fakta yang pernah terjadi di Bumi Moro, ungkapnya.
“Dengan demikian perlu kita semua menjaga agar tidak lagi terulang,”tambahnya.
Oleh karena mengantisipasinya agar kelak tidak ada lagi terjadi, dia Adlis Iwisara, selalu melakukan komunikasi, silaturahmi, dengan tokoh-tokoh Agama, yang berbeda keyakinan di Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, itu.
“Saya berharap,adanya perbedaan pendirian, Agama, Suku, bukan lalu memecah bela kita di Morotai, namun bagaimana caranya kita menjaga, merawat, perbedaan ini. Secara harafiah,”ujar Pdt. Adlis DJ Iwisara, Sth.
Bhineka Tunggal Ika, dapat diartikan, Berbeda itu Satu, yang bermakna meskipun beranekaragam, pada hakikatnya Bangsa Indonesia, tetap merupakan satu kesatuan.(**)