AMBON,N25NEWS.id-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah mulai dilakukan oleh semua sekolah di Maluku, salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK 6) Ambon.
Kepala Sekolah SMK 6,Eduard Luturmas ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, saat ini pihak dari sekolah telah melakukan kegiatan MPLS kepada semua siswa yang masuk di sekolah SMK 6 Ambon.Ini merupakan salah satu kewajiban bagi semua siswa yang baru pertama kali masuk di sekolah yang menjadi pilihannya.
Adapun,SMK 6 Ambon merupakan salah satu sekolah yang menjadi pilihan dari pada siswa, bukan saja yang tinggal di kota Ambon, tetapi ada juga yang datang dari Kabupaten yaitu MBD, KKT, ARU dan Buru.
Olehnya,selaku Kepala Sekolah, dirinya sangat bersyukur menjadi pimpinan di sekolah tersebut, karena bukan saja siswa yang berasal dari kota Ambon yang bisa diterima di SMK Negeri 6 Ambon, tetapi ada yang datang dari luar kota Ambon ikut masuk di sekolah tersebut.
Untuk diketahui bersama sampai MPLS ini dilaksanakan ada 165 siswa yang telah lolos seleksi guna mengikuti kegiatan dimaksud.
“Dan kami laksanakan sesuai surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No.10 Tahun 2025, tentang pelaksanaan kegiatan MPLS, dan kami akan melaksanakannya selama lima hari,”papar Luturmas.
Adapun,sesuai surat edaran Menteri, ada beberapa materi yang harus diketahui oleh siswa yaitu, pengenalan Profil Sekolah, Kurikulum, Dena tata letak prasarana sekolah dan masih banyak lagi yang harus diperkenalkan kepada siswa MPLS.
Untuk itu,Luturmas sangat mengharapkan selama lima hari kegiatan MPLS para siswa benar-benar diberi pengetahuan termasuk syering pengalaman dari para Alumni.
“Bukan saja itu, kami juga mengundang para mitra yang menjadi peluang pekerjaan bagi siswa,”jelas Luturmas.
Adapun kegiatan yang berlangsung itu dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang sudah selesai.
“Perlu diketahui juga bahwa saat ini banyak siswa yang memilih jurusan Desain Komunikasi Visual, atau yang kita kenal dengan sebutan Multimedia. Pasalnya jurusan tersebut menjadi Tranding di setiap tahun,”tandas Luturmas.
Untuk persoalan peralatan penunjang memang pihak sekolah sangat membutuhkan bantuan berbagi pihak, tetapi pihak sekolah mempunyai solusi yaitu, bekerja sama dengan dunia usaha dan industri.
“Kami juga bekerja sama dengan beberapa Universitas yaitu Unpatti, Universitas Terbuka, IAKN, juga UKIM guna mempermudah siswa saat menggunakan peralatan komputer,” cetusnya.(Eten)