AMBON,N25NEWS.id-Pedagang Ruko Mardika Ambon, datangi kantor DPRD Provinsi Maluku guna menyampaikan keluhan terkait persoalan yang dihadapi para pedang.
Namun,kekecewaan terbesar pedagang ketika berada di kantor DPRD tersebut, tidak ketemu para wakil rakyat lantaran sedang melakukan reses keluar daerah.
Ian salah satu pedagang kepada media mengatakan,pihaknya sangat kecewa terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, pasalnya sampai detik ini persoalan yang pedagang hadapi belum juga tuntas.
“Padahal, sudah bertahun-tahun persoalan ini kami hadapi.Selaku pedagang, kami sangat kecewa terhadap kinerja Pemprov Maluku,”ungkap pedagang tersebut.
Selain itu,terkait Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sudah menjadi konsumsi publik bertahun tahun,belum juga mendapati titik terang lantaran Pemprov Maluku,terkesan asal-asalan dalam menangani persoalan ruko Mardika.
“Untuk diketahui bahwa terkait persoalan ini, kami pernah bertemu langsung dengan Pa Hendrik Lewerissa saat pa Hendrik mau mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku,dan dari pertemuan tersebut,beliau sendiri berjanji ketika nanti beliau terpilih menjadi gubernur Maluku,urusan pasar Mardika segera beliau diselesaikan,”ujar pedagang tersebut.
“Namun, setelah beliau telah terpilih menjadi Gubernur Maluku, sampai detik ini janji tersebut belum dibuktikan,”tambah pedagang tersebut.
Untuk itu, selaku pedagang kecil pihaknya sangat kecewa dan berharap ada dukungan baik dari DPRD Provinsi Maluku terhadap persoalan yang sedang pihaknya hadapi.Ian juga menambahkan persoalan yang pedagang hadapi, bukan saja soal SHGB,namun ada oknum-oknum yang sengaja mau memiliki tempat jualan dengan alasan kontrak bangunan.Setelah itu,mereka mengambil bangunan tersebut menjadi milik pribadi lantaran pemilik awal belum memiliki SHGB.
“Untuk itu, terkait persoalan tersebut kemi mendesak Pemerintah Provinsi Maluku,untuk segera menyelesaikan persoalan SHGB,supaya tidak ada lagi persoalan dikemudian hari,”cetusnya. (Eten)