Kericuhan Antar Kelompok Di Desa Fidatan,Kapolres Tual Dan Warga Ikut jadi Korban

by -8 views
by
Kapolres Tual Kena Panah

TUAL,N25NEWS.id –  Pertikaian antar warga di Desa Fidatan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual menelan korban.

Bentrokan dimulai sekitar pukul 16.59 WIT antara dua kelompok dari Kampung Lama dan Kampung Baru di Desa Fidatan.

Menurut keterangan Kasi Humas IPTU Muhamad Mahu, bentrokan pertama kali pecah, dan beberapa saat kemudian, massa dari Kampung Lama mulai melemparkan bom Molotov ke arah Kampung Baru.

Situasi semakin memburuk ketika Wakapolres Tual, Kompol Roni Manawan, dan personil Dalmas tiba di lokasi kejadian untuk memberikan himbauan agar massa dapat tenang.

Namun, ketika Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, tiba dan memimpin usaha pembubaran massa, insiden berdarah pun terjadi.

Pada pukul 17.47 WIT, beliau terkena panah waer di lutut kaki kiri bawah, yang semakin memperkeruh keadaan.

Meskipun demikian, petugas keamanan tetap berupaya untuk meredakan ketegangan sebelum akhirnya massa dari kedua kelompok kembali ke kompleks masing-masing pada pukul 18.10 WIT.

Beberapa korban mengalami luka akibat bentrokan tersebut. Di antaranya adalah Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, yang harus mendapatkan perawatan setelah terkena panah.

Selain itu, Rizqi R Taweatubun (19 tahun), seorang pelajar dari Kampung Baru, juga mengalami luka di kaki kirinya.

Keberadaan korban ini menunjukkan betapa cepatnya situasi dapat berubah menjadi kekerasan, bahkan dalam komunitas yang tampaknya damai.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab terjadinya bentrokan ini.

Langkah-langkah sudah diambil untuk mencegah insiden serupa agar tidak terulang di masa depan.

Kehadiran personil Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku yang tiba di lokasi sebagai dukungan pengamanan menjadi salah satu upaya untuk memastikan situasi kembali kondusif.

Dengan tindakan tegas dan cepat, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan tidak perlu khawatir akan potensi kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.

Bentrokan antar kelompok di Desa Fidatan merupakan pengingat akan fragilitas sosial dalam masyarakat.

Untuk mencegah kejadian serupa, dibutuhkan kerjasama yang erat antara pihak kepolisian, tokoh komunitas, dan warga setempat.

Dengan pendekatan yang humanis dan dialog terbuka, diharapkan kepercayaan antar kelompok dapat terbangun kembali, menjadikan Kota Tual tempat yang lebih aman dan harmonis bagi semua.

Kejadian ini juga menuntut perhatian lebih dari semua pihak untuk menciptakan saling pengertian dan toleransi di antara komunitas yang beragam.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *