Komunitas Ukulele Tampil Di Sail To Indonesia,Tulalessy : Identitas Ambon City Of Music

by -151 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) yang didukung oleh group-group ukulele dari Bere-Bere dan SMA Kristen Ambon menampilkan kebolehan mereka dalam bermain ukulele dengan membawakan lagu-lagu Barat dan Ambon buat partisipan Australia.

“Khusus kami warga Amahusu sebagai tuan rumah dan kota Ambon yang berstatus City of Music atau kota musik,maka sudah selayaknya kita menampilkan kebolehan bermain ukulele yang merupakan alat musik tradisional orang Maluku,”kata Founder AUKC Nicho Tulalessy kepada N25NEWS.id,pada kegiatan Welcome Participants of Sail To Indonesia Yacht Rally 2022 yang dilaksanakan di Negeri Amahusu,Senin (1/8).

Lebih lanjut, Nicho mengatakan sebelumnya para partisipan asal Australia ini lebih dulu telah menyaksikan anak-anak komunitas ukulele di kota Tual menampilkan musik tradisional tersebut.Namun, untuk AUKC di Ambon performancenysama dengan di Tual,tetapi dengan lagu yang berbeda dan cara main yang berbeda pula.

Selain itu,ujar Nicho tujuan awal pembentukan komunitas yang bergerak pada musik tradisional seperti ukulele ini yakni menjadi objek wisata musik di kota Ambon sebagai kota musik.Dan,kebetulan base camp AUKC di Amahusu, sehingga siapapun bisa tau, AUKC bisa bermain ukulele,nyanyikan lagu dengan mereka (partisipan),sehingga mereka punya pengalaman berwisata ke Ambon bisa menikmati musik Ukulele.

Hal ini berdampak pada tour bagi para pengunjung yang ingin mengetahui pusat-pusat musik tradisional di Ambon.Dan tentu,sebagai pelaku musik ukulele dirinya siap mendampingi partisipan ini bisa berkunjung ke Tuni,Wayame dan Hutumuri.

Nicho mengakui,untuk memperkenalkan musik tradisional seperti ukulele,memang butuh kerja keras dan support dari Dinas Pariwisata kota untuk bagaimana mereka juga mempromosikan City of Music lewat tempat-tempat yang melahirkan musik tradisional.Sebab kalau hanya bermain keyboard dan bernyanyi di tempat mereka juga ada.

“Justru kita mau tunjukan bahwa City of Music karena,musik budaya yang dipertahankan orang Maluku.Dan hari ini suka cita sekali anak-anak main musik.Wisatawannya juga cukup senang bergembira dengan anak-anak.Dan kita melihat ini sesuatu yang luar yang terjadi dimana ada interaksi sosial antara anak-anak yang masih kecil yang main ukulele dengan wisatawan dari Australia,”ujar Nicho Tulalessy.

“Jadi kami sangat berharap juga akan datang wisatawan-wisatawan dari Australia ke Amahusu yang sudah lama sejak pandemi Covid-19,tidak ada pelajar seperti saat ini yang kita lihat.Selain itu,kedatangan mereka berdampak bagi ekonomi buat masyarakat Ambon dan khusus masyarakat Amhusu,”tandasnya.

Sementar itu,Kepala Dinas Pariwisata kota Ambon Ridwan Hayat mengungkapka bahwa pihaknya sangat mengapresiasi penampilan Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) yang berasal dari Negeri Amahusu.Dimana, komunitas ini telah menampilkan budaya musik tradisional ukulele sebagai identitas orang Maluku.

“Untuk itu,penampilan adik-adik ini saya kira sudah jelas menggambarkan bahwa memang Ambon itu merupakan identitas sebagai kota musik.Dan kami ambil momen ini untuk mempromosikan destinasi wisata kita,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *