Tanamkan  Cinta  Musik Tradisional Ukulele,SMTPI Getsemani Bere-Bere Tingkatkan Bakat Anak-Anak

by -30 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Musik tradisional salah satunya Ukulele masih asing bagi anak-anak jaman now (sekarang),padahal musik tradisional merupakan salah satu identitas generasi muda di tengah kemajuan jaman dan percampuran budaya.

Hal ini dikatakan Dessy Patty,salah satu pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) Getsemani Bere-Bere,kepada N25NEWS.id,di Ambon belum lama ini.

Menurutnya, anak-anak khususnya SMTPI Getsemani Bere-Bere harus mencintai dan menghargai musik lokal seperti musik tradisional Ukulele,sebagai bagian dari apresiasi, untuk bagaimana meningkatkan minat anak-anak terhadap bakat mereka terhadap musik tradisional.

“Karena kita tau anak-anak sekarang lebih banyak waktu mereka hanya untuk bermain gadget maupun game online sehingga mereka kehilangan momen membangun kerjasama dengan sesama mereka dalam membangun kegiatan yang berposetif,”ujar Dessy.

Diketahui,kegiatan ukulele pada SMTPI Getsemani Bere-Bere baru dimulai pada akhir bulan Maret lalu.Walaupun masih sangat baru,namun kegiatan bermain Ukulele di SMTPI Getsemani Bere-Bere,sampai hari ini tetap eksis sebagai wujud cinta anak-anak SMTPI terhadap budaya lokal atau musik lokal.

“Jadi ini yang menjadi fokus kami dan hal positif ini membuat kami bangga,karena anak-anak SMTPI Getsemani Bere-Bere pada akhirnya bisa berkontribusi untuk perkembangan musik bagi kota Ambon atau Ambon City of Music dan juga memuji Tuhan dengan Ukulele di gereja,”ucap Dessy.

Awalnya, SMTPI Getsemani Bere-Bere memulai kegiatan bermain Ukulele hanya 25 anak,namun perkembangannya,makin bertambah menjadi 34 orang anak,hingga sampai hari berjumlah 50 orang anak dan semuanya murni merupakan kontribusi para orang tua.

Dessy mengakui awalnya ide untuk membentuk kelompok ukulele ini,sempat ada keraguan.Dalam hal ini dia apakah orang tua bisa memfasilitasi ukulele untuk anak-anak, apalagi kalau satu rumah ada lebih dari satu anak tentu sedikit kerepotan ditambah pula harga ukulele yang bervariatif.

“Selain itu,perkembangan jumlah anak-anak pada kelompok ukulele,kami hanya berpikir sebanyak 20 anak saja,namun saat pertemuan perdana jumlah makin bertambah dari 20 orang naik lagi 25,hingga sekarang 50 orang,”jelasnya.

“Saya berharap kedepannya anak-anak bukan hanya bermain Ukulele di acara besar atau menjadi undanga pada kegiatan-kegiatan besar,namun bisa juga melayani di gereja dan juga Sekolah serta aktivitas lainnya,”paparnya.

Sementara itu,Deby Unawekla salah satu anak SMTPI Getsemani Bere-Bere mengaku bahwa perasaannya sangat senang,karena dengan kegiatan ini (ukulele) dirinya mendapat lebih banyak teman baru dan bahkan terjalin kekompakan diantara mereka.

“Untuk itu,saya berharap dengan musik tradisional Ukulele kita bisa melestarikan budaya lokal yang merupakan warisan dari para orang tua sejak dulu,”tandasnya.

kegiatan-kegiatan besar,namun bisa juga melayani di gereja dan juga Sekolah serta aktivitas lainnya,”paparnya.

Untuk itu dengan  lahirnya berbagai group komunitas Ukulele di Kota Ambon, semakin memperkuat Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *