AMBON, N25NEWS.id- Seni kasidah di tengah perkembangan zaman menghadapi tantangan untuk tetap diminati generasi muda. Karena itu, pelestarian seni musik Islami tidak cukup hanya dilakukan melalui perlombaan, tetapi membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan kreativitas, pendidikan, pembinaan dan nilai-nilai keagamaan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan LASQI Nusantara Fest Kota Ambon 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, Jumat (28/8/2026).
Festival yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 ini menjadi ruang bagi generasi muda dan pelaku seni di Kota Ambon untuk menunjukkan kreativitas melalui seni musik Islami.
Bagi peserta, LASQI Nusantara Fest bukan hanya tentang tampil di atas panggung dan mengejar prestasi. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni kasidah.
Wattimena mengatakan, LASQI Nusantara Fest merupakan bagian dari pembinaan kasidah secara berjenjang sekaligus ruang pengembangan minat, bakat, kreativitas hingga prestasi generasi muda Islam di Kota Ambon.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak dapat dipandang sebagai perlombaan biasa. Di dalam seni kasidah terdapat nilai-nilai Islam, moral, pendidikan dan edukasi yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“LASQI Nusantara Fest bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah belajar bagi kita semua,” kata Wattimena dalam sambutannya.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas serta nilai-nilai kebersamaan.
Wali Kota berharap semakin banyak kegiatan positif yang digelar di Kota Ambon sehingga dapat menjadi ruang pembentukan karakter bagi generasi muda.
Menurutnya, melalui kegiatan seni dan budaya yang sarat dengan nilai pendidikan serta keagamaan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki moral dan karakter yang baik.
Seni Kasidah sebagai Media Syiar dan Edukasi.
Sementara itu, Ketua DPD LASQI Nusantara Kota Ambon, Abas Rumadan, menegaskan bahwa LASQI Nusantara Fest Kota Ambon 2026 tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
Festival tersebut, kata Abas, juga menjadi ruang syiar Islam, edukasi, pengembangan kreativitas serta mempererat silaturahmi antargenerasi muda Islam di Kota Ambon.
Kegiatan ini mempertemukan siswa-siswi dan peserta dari berbagai kelompok pengajian dalam sebuah festival yang menggabungkan unsur religius, moral dan budaya.
Menurut Abas, seni kasidah memiliki nilai strategis sebagai media menyampaikan pesan-pesan kebaikan secara santun dan mudah diterima masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan seni Islami, tetapi juga menjadi sarana dakwah, ruang edukasi sekaligus wahana silaturahmi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan festival tersebut untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki, bukan hanya untuk mengejar kemenangan tetapi juga mendapatkan pengalaman dan membangun kebersamaan.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi