KAMARIAN, N25NEWS.id – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Boanerges, Jemaat GPM Kamarian, melalui Bidang Pekabaran Injil dan Komunikasi, menggelar lomba bertema kearifan lokal pada Senin (27/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi hasil keputusan Kompresi Cabang ke-13 AMGPM Cabang Boanerges yang telah dilaksanakan pada Februari 2026 lalu.
Lomba tersebut melibatkan enam ranting di wilayah pelayanan Cabang Boanerges, serta mendapat dukungan penuh dari Ketua Majelis Jemaat bersama tiga pendeta di lingkup Jemaat GPM Kamarian.
Ketua Cabang Boanerges AMGPM Kamarian, Marjhon Tuhehay, menegaskan bahwa lomba kearifan lokal ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda gereja terhadap budaya lokal yang kini mulai tergerus perkembangan zaman.
VIDEO
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan generasi muda bahwa kearifan lokal adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Maluku yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Dalam lomba tersebut, panitia menghadirkan tiga kategori utama, yakni lomba anyam ketupat, lomba cucu atap, serta lomba olahan pangan lokal berbahan dasar kasbi berupa pembuatan kue onde-onde.
Menurut Tuhehai, pemilihan tema kearifan lokal dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap warisan budaya di tengah arus modernisasi.
“Di era sekarang, banyak anak muda mulai meninggalkan budaya lokal. Padahal, di situlah jati diri kita sebagai orang Maluku. Karena itu, kami menghadirkan program ini melalui bidang pekabaran injil dan komunikasi sebagai upaya mengingatkan kembali pentingnya budaya lokal,” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga mampu menghidupkan kembali nilai-nilai budaya di kalangan pemuda gereja.
“Harapannya, sebagai orang muda Gereja Protestan Maluku, kita tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga mampu mempraktikkan dan melestarikannya. Jangan sampai kita merasa asing dengan warisan kita sendiri,” tutup Tuhehai.
Editor : Redaksi