JAKARTA-Proyek Pelabuhan Ambon Baru,Pusat Kegiatan Perikanan Provinsi Maluku gagal masuk PSN.Pasalnya,kebutuhan anggaran pembangunannya mencapai Rp 5 Triliun, sehingga pemerintah tentu merasa kesulitan harus menanggung biaya secara keseluruhan.
Selain itu,berbagai kendala tersebut menghambat investor swasta untuk terlibat dalam proyek ANP.
Adapun,rencana pembangunan ANP bertujuan untuk mengatasi beberapa tantangan yang tidak mampu diselesaikan hanya dengan mengandalkan pelabuhan yang ada.
Kapasitas pelabuhan khusus perikanan yang ada sudah mencapai level maksimum yang diperkirakan akan terjadi sekitar 10 sampai 15 tahun ke depan.
Sedangkan upaya memperluas kawasan pelabuhan juga menghadapi kendala keterbatasan lahan karena terletak di sekitar kawasan perdagangan, kawasan pemukiman dan fasilitas umum.
Dengan potensi perikanan di Maluku yang sangat besar, tetapi belum teroptimalkan dengan baik, pemerintah memandang para pelaku usaha perikanan setempat butuh sebuah fasilitas yang dapat meningkatkan produksi perikanan.
Selain itu, kinerja Terminal Peti Kemas Pelabuhan Ambon belum bisa memenuhi tingkat okupansi.
Dari kapasitas penampungan sebesar 299.647 Teus per tahun, selama ini hanya terpakai 35 persen saja atau sekitar 100.000 Teus.
Hal ini disebabkan kurangnya industri di Maluku, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, seperti ikan.
Pembangunan ANP akan menggunakan konsep pelabuhan terintegrasi sehingga dapat menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo di wilayah timur Indonesia.
Fasilitas yang akan dibangun, antara lain terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal RoRo (roll on-roll off), pelabuhan perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG dan power plant.
Lokasi ANP akan berada di perbatasan Desa Waai dan Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Provinsi Maluku.
Lokasi yang dipilih untuk ANP memiliki nilai strategis karena dekat dengan Timor Leste dan Papua Niugini.
Pemerintah juga berharap ANP dapat berperan dalam memfasilitasi jalur perdagangan langsung ke Australia sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor.
Luas lahan yang disediakan sebesar 700 ha yang akan terintegrasi dengan pelabuhan logistik dan pelabuhan perikanan serta industri perikanan dalam satu lokasi. Panjang total dermaganya 1000 m (ultimate).
Pembangunan pelabuhan tahap pertama diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp2.214 triliun (US$154 juta), dimana kebutuhan untuk penyediaan infrastruktur dasar adalah Rp1.207 triliun yang berasal dari APBN.
Pendanaan tahap selanjutnya akan bersumber dari kerja sama antara Pelindo IV dengan pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun (US$348 juta).
“Tahun ini akan dimulai pembangunannya dan kita harapkan dalam dua tahun akan selesai. Untuk itu saya minta nanti pelaku-pelaku fisheries industry bisa segera mendaftar dan ikut masuk ke dalam lokasi ini sehingga kita memiliki keyakinan bahwa ini bisa jalan,” kata Presiden Jokowi pada 25 Maret 2021, seperti dikutip Harianhaluan.com dari situs resmi Presiden RI.
Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 7 Oktober 2021 juga menyatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Ambon Baru ditargetkan sudah dimulai pada akhir Desember 2021 atau Januari 2022.
Hal itu seperti dikutip Harianhaluan.com dari situs resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.
Karena memiliki nilai tinggi terhadap perekonomian nasional, Menteri Perhubungan mengusulkan agar pembangunan ANP dimasukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2020-2024.
Pemerintah berupaya meningkatkan nilai Provinsi Maluku secara keseluruhan, khususnya potensi sektor perikanan yang belum tergarap.
Potensi perikanan di perairan Maluku diperkirakan 4,7 juta ton, tetapi yang dimanfaatkan sekitar 543.000 ikan per tahun.
Dengan pembangunan dan penyediaan infrastruktur pelabuhan perikanan, pemerintah berharap ANP dapat mendorong pembangunan ekonomi.
Terutama melalui ekspor hasil industri perikanan. Sektor perikanan merupakan salah satu potensi terbesar di Provinsi Maluku.
Rencana pembangunan Pelabuhan Baru Ambon dilakukan untuk mendukung Provinsi Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional sesuai target pemerintah.
Rencana pembangunan Pelabuhan Baru Ambon dilakukan untuk mendukung Provinsi Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional sesuai target pemerintah.
Guna mendukung Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan infrastruktur pelabuhan dan bandara di Kota Tual selain di Ambon.
Dalam kunjungannya ke Kota Tual pada 7 Oktober 2021, Budi Karya mengatakan Bandara Karel Sadsuitubun dan Pelabuhan Tual siap mendukung kegiatan ekspor komoditas perikanan di Kota Tual.
Menurut Budi Karya, ketersediaan infrastruktur transportasi berperan penting dalam memperlancar kegiatan ekspor komoditas perikanan yang ada di Kota Tual.(**)