Tingkatkan Kualitas Pelayanan KB, BKKBN Latih Tenaga Bidan

by -5 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku melalui Bidang Pelatihan dan Pengembangan menggelar Pelatihan Pelayanan KB bagi Bidan Angkatan II tahun 2022, di Desa Layeni Kecamatan TNS Kabupaten Maluku Tengah.

Ini merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai kelanjutan Pelatihan Angkatan I yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Buru.

Selain itu,kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama antara BKKBN Maluku, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Provinsi Maluku dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku.

Pelatihan yang dilakukan dengan menggunakan metode Blended ini mendapat Pengampuh dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Maluku, yang dilakukan selama 12 hari yakni secara Virtual tanggal 26 September sampai dengan 4 Oktober 2022 dan praktek lapangan tanggal 5 -11 Oktober 2022.

Peserta pelatihan ini berjumlah 14 orang yang terdiri dari 6 orang bidan Kabupaten Maluku Tengah, 4 orang dari Kabupaten Seram Bagian Barat dan 4 orang dari Kabupaten Seram Bagian Timur.

Sedangkan pelatihan Angkatan I, peserta berjumlah 15 orang dari unsur Bidan yang berasal dari Kota Ambon sebanyak 4 orang, Kabupaten Buru Selatan 4 orang dan Kabupaten Buru 7 orang, Maka total bidan yang telah ikut pelatihan serta praktek lapangan CTU sampai dengan Angkatan ke- II ini adalah 29 orang dari 6 Kabupaten/Kota di Maluku.

Secara Virtual, Sarles Brabar, SE. M.Si selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih dihadapkan pada tantangan tingginya angka kematina ibu dan bayi serta prevalensi stunting.

Resiko kematian ibu, bayi serta stunting tersebut dapat diminimalkan dan dicegah dari hulu melalui program Keluarga Berencana (KB) berbasis hak dan orientasi kesehatan reproduksi dengan layanan bermutu yang aman, berkelanjutan, serta sukarela dan tidak diskriminatif.

Namun intervensi ini tidak dapat optimal menurunkan angka kematian ibu dan bayi, jika tenaga kesehatan penyedia layanan KB yang ada tidak memiliki cukup kepastian dan ketrampilan, dalam melaksanakan konseling serta Pelayanan KB.

Dokter dan Bidan mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, namum belum semua bidan dan dokter di Indonesia memiliki kompetensi sesuai standar dalam memberikan Pelayanan KB, sehingga mengakibatkan pencapaian program KB belum optimal.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dokter dan bidan sebagai ujung tombak pemberi pelayanan kontrasepsi menjadi hal yang krusial.

Adapun,pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ketrampilan serta kompetensi petugas Kesehatan, khususnya bidan yang melayani program KB pada Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes).

Pelatihan ini melibatkan lima orang Fasilitator dari unsur dokter dan bidan yang telah mengikuti TOT atau pelatihan bagi pelatih pelayanan kontrasepsi bagi dokter dan bidan di Fasyankes, pada tanggal 2-14 Juli 2022 atas kerja sama BKKBN RI, Organisasi Profesi dan Kementerian Kesehatan RI.

Pada pelatihan ini, peserta akan dinilai kemampuannya oleh dokter ahli dalam melakukan pelayanan IUD dan Implan bagi akseptor secara langsung dalam praktek lapangan, yang menjadi dasar penetuan layak atau tidaknya peserta diberikan predikat kompetensi.

Kaper BKKBN Maluku saat mengunjungi Klinik Mandiri Harapan Bunda di Desa Waekasar Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru sebagai tempat praktek lapangan Angkatan I, memberikan apresiasi terhadap target pelayanan KB IUD dan Implan yang memuaskan, yaitu IUD sebanyak 8 orang dan Implant 58 orang.

Sedangkan untuk praktek pelayanan di Puskesmas layeni kecamatan TNS kabupaten Maluku Tengah, sampai hari ini tanggal 7 oktober 2022 terupdate sebanyak 28 akseptor yakni 27 implan dan 1 IUD dan tentu saja masih akan bertambah karna pelaksanaan praktek pelayanan masih berlangsung sampai hari Selasa, 11 oktober 2022.
Salah satu hal yang unik ditemui saat kegiatan praktek pelatihan pada Angkatan I yang dilaksanakan di Kabupaten Buru.

Klinik tempat pelaksanaan praktek kegiatan merupakan klinik mandiri yang dibuat sendiri oleh bidan di lokasi tempat ia tinggal yakni desa waekasar Kecamatan Waeapo.

Winarsih, Amd. Keb. SKM pemilik Klinik Mandiri Harapan Bunda saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, motivasinya untuk membangun klinik ini pada intinya adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan Kesehatan dan juga layanan KB terutama bagi keluarga tidak mampu. Klinik Mandiri Harapan Bunda telah melakukan pelayanan KB yang dibantu oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Buru, termasuk pelayanan pasca salin yang dilakukan setiap bulannya.

Antusias masyarakat di Desa Waekasar termasuk sangat besar, masyarakat merasa senang karena mendapatkan pelayanan Kesehatan, termasuk pelayanan KB di klinik ini.

Lebih lanjut kata, Winarsih
Fasilitas pada Klinik Mandiri Harapan Bunda di Jl. Mawar Desa Waekasar kebanyakan menjadi miliki pribadi Bidan Winarsih, sementara bantuan dari BKKBN Kabupaten Buru berupa satu buah Bed dan satu buah IUD KIT.

Lokasi Klinik tersebut berukuran 25 meter dengan jumlah kamar pelayanan sebanyak 9 kamar.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *