SAUMLAKI,N25NEWS.id-Pimpinan TNI-AD Propinsi Maluku, diminta sikapi serius terkait terlibatnya oknum TNI-AD, Kodim Maluku Barat Daya, yang diduga lakukan bisnis jual beli BBM subsidi di wilayah hukum Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Contoh seperti ini, seharusnya tidak perlu dilakukan oleh oknum tersebut, ini akan menjadi preseden buruk bagi institusi loreng di Negeri ini.
Diduga hal ini terjadi, karena ada perintah dari pimpinan satuan setempat. Mana ada oknum anggota melakukan jual beli BBM subsidi atas inisiatif sendiri, dengan demikian hal ini patut diduga perintah pimpinan setempat.
Padahal setelah ditelusuri jata BBM untuk keperluan operasional Kodim MBD, telah disiapkan, namun lagi-lagi melakukan bisnis yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
Pantauan wartawan media ini, telah dilakukan beberapa bulan terakhir ini, setelah wartawan media ini mendapat informasi dari masyarakat, dimana hasil dari BBM subsidi terjual, dengan harga Rp.10.000, hingga, Rp.13.000, per liter.
Pimpinan TNI-AD Propinsi Maluku, agar tidak tinggal diam berkaitan dengan hal tersebut. Dandim MBD, harus bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan oknum anggotanya.
Jika ini didiamkan, Pimpinan TNI-AD, harus mengavaluasi Komandan Kodim MBD, bila perlu dicopot dari jabatannya sebagai Dandim.
Hal ini terbukti, jika pengawasan pimpinan terhadap anggotanya, tidak maksimal, sehingga akan menjadi penilaian buruk dari masyarakat kepada institusi hantu rimba ini.
Olehnya sekali lagi kepada pimpinan TNI-AD Propinsi Maluku, agar tidak diam, menyikapinya.
Penulis : JM