SAUMLAKI,N25NEWS.id-Penataan Kota Larat menjadi hal penting, serta perhatian Forum Pimpinan Kecamatan, Tanimbar Utara. Jika serius menyikapi setiap informasi yang penting, baik itu melalui media, masukan dari berbagai kalangan.Namun, jika masa bodoh menyikapi, Larat, akan terus seperti yang terlihat hari ini.
Mari simak bersama, upaya untuk melakukan penataan Kota Larat, jauh dari harapan. Bagaimna Tanimbar Utara keluar dari keterpurukan, dan bisa menyamai Kecamatan lain di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Sementra, tata pengolahan saja tidak mampu.
Contoh nyata didepan mata masyarakat Kecamatan Tanimbar Utara, masih ada penjualan BBM eceran di tempat pemukiman warga.
Terpikirkah dipikiran Pemerintah Kecamatan, bahwa bahaya kebakaran bisa terjadi ? atau sadar tidakah, hal seperti ini mengotori wajah Kota Larat ? Sedih, sehingga slogan, Larat, melarat, kapan Larat bebas dari cerita negatif menyangkut penataan kota.
Pada Sabtu, (26/11/2022) satu unit kendaraan sedang parkir tepat pada pemukiman penjualan BBM eceran. Terlihat jelas, kendaraan milik salah satu pengusaha SPBU, itu membongkar BBM jenis Minyak Tanah, kepada sala satu pembeli/penjual di lorong opsi Kota Larat.
Semua yang punya kewenangan hanya tutup mata melihat aktifitas tersebut. Sikap masa bodoh yang demikian, menjadi kendala kemajuan kota dalam penataannya.
Camat Kecamatan Tanimbar Utara, diminta untuk melihat hal ini. Sebisanya kordinasi dilakukan Forum Pimpinan Kecamatan, untuk mengantisipasi.
Kepolisian Sektor Larat, Koramil Larat, Satpol PP, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, harusnya dikordinasikan untuk bagaimana caranya melakukan hal yang semestinya tidak boleh dilakukan di tempat pemukiman warga, seperti contoh yang telah diuraikan diatas.
Bagaimana bisa dilakukan, jika Pimpinan Kecamatan, diam saja, melihat hal tersebut yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan.
Inilah wajah kecamatan sesungguhnya, tergantung siapa pemimpinnya. Larat kedepan, bila waktunya demikian saja, niscaya, akan menjadi kecamatan tak bernyawa alias jalan ditempat, karena kurangnya perhatian serta kepedulian.
Larat, oh Larat. Kapan aku tidak lagi melarat. Salah ka kotaku, atau tidak ada perhatian untuk kotaku. Masih adakah harapan untuk menataku ?
Penulis : Jams