Maluku Kental Akan Budaya, Amir Rumra: Jukulele Juga Berikan Dampak Positif Bagi Pariwisata

by -15 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Provinsi Maluku sangat kental dengan budayanya,salah satunya musik tradisional Jukulele.Dimana,alat musik Jukulele ini,selain merupakan identitas orang Maluku,namun Jukulele juga sangat menarik perhatian masyarakat,serta memberikan dampak positif bagi pariwisata di Maluku.

Demikian hal ini dikatakan Amir Rumra kepada N25NEWS,saat ditemui dirinya disela-sela HUT Mollucan Jukulele Day I yang digelar di Sport Hall Karang Panjang Ambon, beberapa waktu.

Lebih lanjut menurut politisi PKS ini,kegiatan HUT Mollucan Jukulele Day I yang diselenggarakan oleh Mollucan Jukulele Leaders (MJL) ini,sudah barang tentu menjadi rangsangan awal untuk menjadi perhatian bahwa ternyata Jukulele menjadi peminat bagi masyarakat Maluku.

“Dan menurut saya ini bukti nyata bahwa Jukulele sangat menarik bisa menghadirkan massa yang begitu besar dan bahkan dari Papua dan Maluku Utara,”ujar Amir Rumra yang juga anggota DPRD Maluku ini.

Dikatakannya lagi, Jukulele bukan hanya berdampak positif bagi pariwisata,namun alat musik tradisional ini dapat membiasakan anak-anak untuk terhindar dari pengaruh gedget,apalagi konten-konten yang tidak mendidik.

“Oleh karena itu,sebagai wakil rakyat saya sangat memberikan apresiasi MJL yang sudah mendesain kegiatan ini dengan luar biasa.Dan tentu,saya akan menyampaikan hal ke pemerintah daerah untuk menjadi perhatian serius sehingga setiap tahun pada tanggal 4 akan peringati HUT Jukulele,”paparnya.

Dengan demikian masyarakat Maluku di luar maupun Maluku sendiri akan mengingat tanggal 4 September adalah ulang tahun Jukulele.

Adapun,giat Jukulele ini membuat dirinya kaget.Pasalnya,dia datang pada acara tersebut bukan sebagai undangan,tetapi dirinya hadir karena ada komunitas Jukulele dari Tual.

“Yang datang kurang lebih hampir 100 orang anak-anak dan orang tua,tapi karena datang dengan tanggungan sendiri akhirnya saya dihubungi untuk datang,”ujarnya.

Ditambahkannya kegiatan ini menjadi start awal untuk dapat memberikan gairah kepada anak-anak muda Maluku yang punya tradisi dan budaya.

“Untuk itu,saya berharap kegiatan ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah,baik provinsi maupun kabupaten/kota dan itu sudah di wujudkan dengan Pengkab memberikan bantuan kepada anak-anak di desa Ohoi dan desa masing-masing,”pungkasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *