Kabut Asap Mengancam Kesehatan Warga, Bodewin Bagikan Masker di Depan Balai Kota Ambon

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Ambon, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi perhatian. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, turun langsung membagikan masker kepada warga di depan Balai Kota Ambon, Kamis (15/10/2026).

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan kesehatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kota Ambon.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang berpotensi terpapar partikel asap. Jika terhirup, asap dapat memicu iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, hingga memperburuk gangguan pernapasan yang sudah dialami seseorang.

Risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Dalam kegiatan itu, Bodewin membagikan masker secara langsung kepada masyarakat yang melintas di kawasan depan Balai Kota.

Langkah ini diharapkan membantu warga mengurangi paparan asap saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kota Ambon terhadap keselamatan warga di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.

Namun, pembagian masker saja tidak cukup untuk mengatasi dampak kabut asap. Penanganan sumber kebakaran dan upaya mencegah api meluas tetap menjadi langkah penting agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar udara yang tercemar.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Jika harus beraktivitas di luar, warga dapat menggunakan respirator N95 atau KN95 yang sesuai dan terpasang dengan baik untuk membantu menyaring partikel halus.

Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan permukiman, serta menjaga anak-anak agar tidak terlalu lama bermain di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

Apabila muncul keluhan seperti sesak napas, batuk yang memburuk, atau iritasi berat, masyarakat perlu mencari pertolongan medis.

Di sisi lain, pemantauan titik kebakaran dan penanganan karhutla perlu terus dilakukan oleh pihak terkait untuk menekan risiko meluasnya api serta mengurangi dampak terhadap kesehatan warga.

Masyarakat juga diharapkan berperan dalam pencegahan kebakaran dengan tidak membakar sampah atau vegetasi sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api.

Melalui pembagian masker dan langkah pencegahan lainnya, diharapkan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap di Ambon dapat ditekan. Perlindungan warga akan semakin efektif apabila diikuti penanganan kebakaran yang konsisten dan pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *