AMBON,N25NEWS.id-Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (IKMANEMA) kembali menggelar Diskusi Publik dan Silaturahmi Akbar Nelayan Maluku se-Kota Ambon,yang dipusatkan di Pantai Namalatu, Negeri Latuhalat,Sabtu (23/9).
Mewakili Pj Walikota Ambon,Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ambon, Yan D. Suitela menyebut,nelayan tidak hanya bertugas untuk menangkap ikan.Namun,nelayan juga memiliki peran penting dalam hal produksi ikan dan laut menyumbangkan manfaat untuk mencerdaskan bangsa,menyehatkan dan memberikan devisa untuk negara.
“Kita bisa bayangkan jika tidak ada nelayan,dimana nelayan memang begitu urgen bagi masyarakat.Pasalnya,hasil tangkapan ikan para nelayan mengandung omega 3, untuk kecerdasan otak,”ujarnya.
Dikatakannya,ada suatu yang ironis,dimana kenyataannya tidak bisa dipungkiri,ditengah potensi kekayaan alam laut yang sangat melipah, justru kantong-kantong kemiskinan di pemukiman nelayan.
Menurutnya,peran IKMANEMA sangat penting,karena sebagai Ikatan Masyarakat Nelayan se-Kota Ambon, yang bertujuan untuk menjalankan program Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon,dalam pengelolaan demokrasi pesisir yang berkelanjutan.
Ditambahkannya, program diatas dapat memperkokoh tali persaudaraan antara nelayan,serta mampu mengakomodir kepentingan nelayan secara baik.Juga mampu meningkatkan profesi nelayan agar dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat nelayan kota Ambon secara kolektif.
“Saya harap silaturahmi Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku terus terjaga demi kelanjutan sektor ekonomi, maupun perikanan di kota Ambon,”tandasnya.
Dikesempatan yang sama,Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKMANEMA Maluku, Burhanudin Roumbouw,S.Pi mengatakan, kegiatan Diskusi Publik dan Silaturahmi Akbar Nelayan Maluku se-Kota Ambon ini,merupakan rentetan acara yang sama yang sebelumnya dilaksanakan di Negeri Laha Kecamatan Teluk Ambon.Dimana,giat tersebut juga mengajak masyarakat kota Ambon untuk terlibat dalam pengawasan Pemilu menyongsong tahun 2024.
“Bagi kami, masyarakat nelayan bukan hanya soal menangkap dan menjual ikan,tetapi peran semua elemen, untuk menjaga pemilu atau demokrasi yang berkualitas yang nantinya melahirkan pemimpin-pemimpin yang bertanggung jawab untuk melihat kota dan provinsi ini,”ujarnya.
Selain itu, Burhanudin Roumbouw merasa bangga karena kegiatan Diskusi Publik dan Silaturahmi Akbar Nelayan Maluku se-Kota Ambon ini,direspon baik oleh Pemkot Ambon dan Pemerintah Negeri Latuhalat, seluruh nelayan serta narasumber yang memberikan materi.
“Karena bagi kami menyongsong Pemilu 2024 adalah Pemilu berkualitas dan adil untuk masyarakat kota Ambon dan Maluku secara umum,”paparnya.
Untuk diketahui jumlah peserta yang mengikuti Diskusi Publik dan Silaturahmi Akbar Nelayan Maluku se-Kota Ambon ini berjumlah 150 orang.Dan kegiatan tersebut mengambil tema”Proyeksi Demokrasi di Era Digital dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Masyarakat Pada Tahun Politik 2024”.
Sementara itu,Niko Mahulete yang adalah salah satu nelayan Negeri Latuhalat mengatakan, kegiatan ini merupakan masukan yang sangat baik,dimana giat ini menjadi sebuah motivasi bagi para nelayan, sekaligus menjadi bekal bagi nelayan di Negeri Latuhalat.
Lebih lanjut kata Ketua RT 02/RW 01 Negeri Latuhalat ini mengatakan,pihaknya sangat menginginkan ada tatap muka antara Pemkot Ambon dengan nelayan di Negeri Latuhalat.Sebab bagi masyarakat nelayan dengan tatap muka, mereka dapat menyampaikan keinginan mereka.
“Kami ingin ada pertemuan yakni tatap muka langsung dengan Pemkot Ambon, supaya kami bisa menyampaikan keinginan kami,dalam hal ini,kami ingin ada bantuan berupa Pancing Tonda,”bebernya.
Dikatakannya lagi,ada beberapa keluhan masyarakat nelayan,selain Pancing Tonda.Mungkin juga Pemkot bentuk kelompok yang tentu akan mempermudah kerja nelayan.
Jadi bantuan lainnya juga bisa seperti kredit yang menjadi program pemerintah, untuk mempermudah nelayan khususnya di Negeri Latuhalat.
“Kalau nelayan di RT 02/RW 01 kurang lebih ada 60 nelayan.Untuk itu saya berharap Pemkot Ambon bisa memberikan perhatian serius serta Pemeintah Negeri Latuhalat juga memberikan perhatian yang sama,”pungkasnya.
Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi