Hadiri HUT Mollucan Jukulele Day I,Rangkoratat : Musik Jukulele Adalah Identitas Komunitas Berbudaya

by -5 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Jukulele merupakan salah satu musik tradisional yang menggambarkan identitas suatu komunitas yang berbudaya.

Hal ini dikatakan Asisten III Setda Maluku, Pieterson Rangkoratat saat mewakili Sekda Maluku pada HUT Mollucan Jukulele Day I Tahun 2023 yang berlangsung di Sport Hall Karang Panjang Ambon,Senin (4/9).

Dikatakannya,atas nama pemerintah provinsi Maluku dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mollucan Jukulele Leaders (MJL) yang telah menggagas dan menyelenggarakan HUT Mollucan Jukulele Day I.Dimana,giat ini untuk mempersatukan semua komunitas Jukulele yang ada di provinsi Maluku,Maluku Utara dan Papua.

“Sekaligus saya atas nama pemerintah provinsi Maluku menetapkan tanggal 4 sebagai hari pencanangan HUT Mollucan Jukulele Day I,dengan tema besarnya “Jukulele Menebar Cinta Dari Kepulauan Maluku Untuk Dunia”,ujar Pieterson Rangkoratat.

Lebih jauh dia mengatakan,kegiatan ini sejatinya merupakan suatu festival sekaligus ruang ekspresi bagi semua komunitas Jukulele yang hadir pada saat ini dan karena itu Pemprov berharap agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik,suka cita,dengan ekspresi yang menggambarkan bahwa generasi muda Maluku merupakan komunitas masyarakat yang berbudaya.

“Dan mendukung penuh semua kegiatan yang terkait dengan Jukulele di Provinsi Maluku maupun di tempat dimana kita berada dan beraktivitas,”paparnya.

Dikatakannya lagi Pemprov Maluku akan terus menetapkan sejumlah fermasi kebijakan untuk mendukung dan mendorong terpeliharanya Jukulele di provinsi Maluku untuk hidup dan berkembang pada komunitas-komunitas Jukulele di masing-masing tempat.

Dikesempatan yang sama,Perwakilan Lantamal IX Ambon dalam sambutannya mengatakan,konser Jukulele ini sekaligus sebagai tonggak sejarah pada peringatan hari Jukulele yang pertama kali dilaksanakan di Kota Ambon tahun 2023.

“Saya memahami bagaimana bisa mengumpulkan peserta hingga 5000 orang lebih,yang datang dari Papua,Maluku Utara dan Maluku sendiri bukanlah hal yang ringan,”ukuinya.

Tetapi diperlukan komitmen yang kuat dedikasi yang tinggi dan tentunya pengorbanan yang besar dari setiap entitas yang terlibat di dalam giat ini.Oleh sebab itu,dirinya memberikan apresiasi yang luar biasa atas terlaksananya kegiatan ini.

“Kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi informasi sangat pesat,terutama di era digitalisasi saat ini.Selain membawa dampak positif,tetapi juga membawa hal-hal yang perlu disikapi dengan bijak.Salah satunya adalah bagaimana para generasi muda anak-anak menggunakan gawai dengan mengakseskan informasi.

“Tanpa kita sadari perkembangan teknologi informasi akan menggerus kita dan lambat laun generasi kita sebagai suatu bangsa akan terancam bahkan hilang.Oleh karena itu, melestarikan budaya bangsa kepada generasi muda adalah hal yang mutlak yang sangat fudamen untuk dikerjakan,”jelasnya.

Jukulele adalah salah satu bagian dari budaya bangsa yang dimiliki masyarakat Maluku tidak boleh hilang.Maka melalui komunitas-komunitas Jukulele yang tersebar di berbagai daerah,diharapkan akan mampu menjawab tantangan tersebut,karena dengan alunan musik yang harmoni,selain sebagai bentuk karya seni yang tinggi, ternyata musik juga mampu sebagai media pemersatu antar anak bangsa di negeri raja-raja ini.

“Pada Iven kali ini kita berkumpul bersama-sama suruh komunitas Jukulele se-Maluku dan Papua serta Maluku Utara untuk mendedikasikan Mollucan Jukulele Day yang pertama tahun 2023,dengan mengusung tema Musik Jukulele Terus Menebar Cinta Dari Kepulauan
Alumu Untuk untuk Dunia,”tandasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Yani Salampessy mengatakan, Mollucan Jukulele Day I merupakan sebuah momentum penting yakni membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan City of Music dan giat ini sebagai sumbangsih dari MJL untuk kota Ambon secara khusus dan Maluku secara umum.

“Hal ini dilakukan untuk menopang City of Music yang menjadi harapan kita semua.Tentunya kami bekerjasama dengan semua steakholder dalam hal ini pemerintah daerah,yang mendukung semua kegiatan kami (gubernur, Danlantamal,Kapolda dan Pangdam serta komponen lainnya),”katanya.

Tetapi secara tegas Yani Salampessy mengatakan inti dari pada HUT Mollucan Jukulele Day I adalah pihaknya dan seluruh masyarakat Maluku ingin mewujudkan Ambon sebagai City of Music.

Diketahui,kegiatan ini dihadiri oleh beberapa provinsi tetangga yakni Papua dan Maluku Utara dan Maluku sebagai tuan rumah dalam hal ini kota Ambon.Jumlah dari semua peserta yang hadir sebanyak 5017 orang yang panitia bagi dalam dua sesi.

“Perlu saya sampaikan juga bahwa kedatangan seluruh peserta disini mereka biayai sendiri ongkos transportasi.Khusus untuk Kepulauan Aru saya menyampaikan aspirasi kepada pengkab Aru yang sudah mengirim peserta terbanyak kedua dari Saparua,”pungkasnya.

Sementara dari Papua,luar biasa seluruh masyarakat Maluku yang ada di Papua,mereka sama-sama mendonasikan,yang terutama ketua DPP IKEMAL membiayai semua proses kedatangan tim Papua.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *