Buka Kuliah Umum Di Iqra Buru ,Said Latuconsina : Laut Adalah Masa Depan Orang Maluku

by -6 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Laut adalah masa depan orang Maluku,olehnya semua sepakat Maluku dengan sebutan provinsi 1000 pulau,dengan luas 712.479,65 km2 yang mana 92,4 persen nya merupakan laut.Sementara daratan hanya 6 persen dari seluruh provinsi Maluku yang 712.480 m persegi,tentunya orang Maluku harus melihat ke laut.

Hal tersebut dikatakan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IX Ambon, Brigjen TNI Marinir Said Latuconsina,M.M.,M.T.,M.Tr.Opsla,saat kunker ke Buru dalam rangkah memberikan kuliah umum di Universitas Iqra Buru, pekaan kemarin.

Kuliah umum yang menghadirkan tema besarnya “Pembangunan Berbasis Maritim Demi Kemajuan dan Kesejahteraan Maluku”,tersebut,Said Latuconsina memaparkan bahwa jika selama orang Maluku mengagumi laut,namun penting bagi orang Maluku adalah harus merubah mainsetnya bahwa laut ini adalah masa depan,ditunjang oleh darat,sebab orang Maluku juga tidak bisa lepas dari darat.

“Namun demikian mainset kita harus kita perbaiki dan kita semua berharap kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan,salah satunya memberikan wawasan,pemahaman kepada anak-anak kita,biar mereka juga ikut berpikir,belajar untuk menyiapkan diri mereka,SDM yang utama sekali,agar mereka nanti kelak mampu untuk mengawaki kepemimpinan yang ada di Maluku,”ujarnya.

Lebih lanjut Said Latuconsina mengajak masyarakat Maluku untuk prospek ke maritiman.Sebab,dirinya yakin dari potensi-potensi yang ada ini Maluku akan mampu keluar dari keterpurukan yaitu provinsi termiskin nomor 4 di Indonesia.

“Saya yakin kita akan keluar dari keterpurukan ini dan itu juga harus di tunjang oleh Pemda,Pempus,kemudian juga oleh pelaku-pelaku ekonomi di daerah,ditunjang oleh akademisi, masyarakat dan media,”ujarnya.

Menurutnya,jika ada kolaborasi yang baik tentunya akan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah yang juga di juluki Negeri raja-raja ini.

Dikesempatan yang sama,Rektor Universitas Iqra Buru,DR.Muhamad Sehol,S.Pd.,M.Si.,MLPD.,SI.,menyebutkan,materi yang disampaikan Danlantamal IX Ambon sebetulnya publik Maluku harus memahami,bahwa konteks materi diatas bukan saja terhadap Maluku sendiri,tetapi Indonesia secara keseluruhan dan lebih spesifik kepada Maluku.

Menurutnya,lewat 3/4 ini menjadi perhatian dalam arti bahwa potensinya sungguh sangat luar biasa dan memahami bahwa kalau potensi ini digarap dengan sebaik mungkin, baik itu oleh masyarakat Maluku secara khusus ataukah mungkin pemerintah daerah mendatangkan investor.

“Saya kira ini suatu potensi yang sangat luar biasa,maka sangat tepat bahwa dari basis kemaritiman ini kita bisa mensejahterakan Maluku ini.Nah sudah barang tentu bahwa ini sangat terkait pula dengan polise dan polise ini,yang kita harapkan,”tandasnya.

“Dan sungguh sangat menarik dari paparan pa Jenderal bahwa dengan kita mengawal lautnya saja,itu sebenarnya potensi kerugian negara sudah diatasi dan potensi-potensi kriminal dan lain sebagainya.Tetapi fungsi TNI AL yang tadi disampaikan sungguh sangat subtansi,”ujar dia menambahkan.

Untuk itu,dalam konteks bagaimana Maluku mengamankan kekayaan laut ini,Kemudian dalam penggarapan potensi itu, isinya dari aspek migas dan non migasnya,tentu ini suatu hal yang memang kadang orang tidak terpikirkan.Bayangkan 37 persen domestik penghasilan Indonesia itu dari pengolahan laut khususnya Maluku.

“Dan itu bisa kita ambil dari situ dan tentu ini berkonsekuensi untuk peningkatan kesejahteraan Maluku.Sehingga saya sepakat pa Jenderal tadi,bahwa kita dengan catatan kemiskinan ke 4 di Indonesia dengan potensi stuntingnya yang 97 ribu sekian tahun itu terancam masyarakat Maluku,”jelasnya.

Olehnya,dengan menggarap potensi laut ini,tentu akan menjadi solusi dan jawaban kedepan.Selain itu,ini menjadi perhatian semua pihak.

“Untuk itu,saya harap pa Jenderal tetap konsen terhadap itu,mungkin dalam konteks yang lebih besar lagi.Dan adik-adik sangat berharap sungguh,bahwa dengan pencerahan ini menjadi modal buat mereka,apalagi kami disini ada fakultas perikanan dan kelautan yang konsen disitu.Olehnya,sinergitas ini tetap akan kita kedepankan bersama dalam konteks yang lebih bergairah lagi,”pungkasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *