BPOM Bersama Pemprov Maluku Bersinergi Bagun Kejayaan Baru Jalur Rempah Indonesia

by -5 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Provinsi Maluku merupakan penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia yang telah dikenal ke mancanegara sejak lama.Selain itu, Maluku juga banyak ditumbuhi tanaman khas daerah.Dimana,Usaha Mikro Kecil (UMK) Maluku pun banyak memproduksi pangan olahan dan obat tradisional dengan bahan baku lokal.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM RI,Penny K.Lukito,dalam sambutannya pada acara yang digelar BPOM yakni,”Membangun Kejayaan Baru Jalur Rempah Indonesia,BPOM Didampingi UMK di Provinsi Maluku,yang berlangsung di Santika Hotel Ambon, Jumat (10/2).

Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi dan tindak lanjut kerjasama antara BPOM, Komunitas Empu,dan Yayasan Benih Baik dalam peningkatan keamanan dan mutu produk Jamu.Disamping itu juga dukungan dari asosiasi industri, seperti Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan industri pangan olahan yang berkomitmen sebagai Orang Tua Angkat (OTA) bagi UMK pangan olahan di Maluku.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam momen ini mencakup Focus Group Discussion (FGD),sinergisme dalam pengembangan potensi kekayaan rempah di wilayah timur untuk pangan olahan dan obat bahan alam Indonesia,pendampingan kepada 50 pelaku usaha Jamu Gendong.

Selain itu, pendampingan kepada 20 UMK pangan olahan, khususnya olahan rempah dan sagu.Desk Regulatory Asistance,dalam rangka pelayanan prima percepatan perizinan,dukungan ekspor dan hilirisasi hasil riset/inovasi,serta pameran produk pangan dan obat tradisional produksi UMK di Provinsi Maluku.

“Peningkatan permintaan maupun minat masyarakat terhadap jamu,serta pangan olahan berbahan rempah dan sagu,harus kita kawal dengan memastikan pelaku usaha memenuhi persyaratan keamanan.Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk komitmen BPOM untuk membangun kembali kejayaan rempah Indonesia di Maluku,”ujar Penny K.Lukito.

Untuk itu, BPOM mengawal 7 OTA pangan olahan yaitu, PT Indofood Sukses Makmur TBK, PT Konimex,PT Mayora Indah,Tbk, PT Forisa Nusa Persada, PT Kino Indonesia, PT Heinz ABC Indonesia dan PT Niramas.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM turut menyaksikan penandatanganan komitmen OTA bagi UMK Pangan dan Obat Tradisional di Maluku dan menyerahkan langsung Nomor Izin Edar.Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) tahan I dan izin penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) serta sertifikat manajemen keamanan pangan olahan (SMKPO).

“Untuk itu,saya berharap penyerahan sertifikat dan penggalangan komitmen pendampingan dari OTA,dapat memotivasi pelaku usaha,”harap Penny K.Lukito.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Maluku Sadli Ie,mengatakan,sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki luas 712.498 kilometer perseg, terdiri dari lautan seluas 92,4 persen,dan daratan 7,6 persen,dengan jumlah pulau sebanyak 1.340 buah,dengan jumlah penduduk 1,8 juta jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Maluku juga memiliki potensi kekayaan alam melimpah antara lain : kelautan dan perikanan,perkebunan,pertanian,pertambangan dan pariwisata.

Ini merupakan tumpuan pemerintah daerah yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi,menurunkan angka kemiskinan,dan menyerap tenaga kerja.

Olehnya,kegiatan terpadu yang dilaksanakan hari ini,antara pemerintah,akademisi,pelaku usaha dan UMKM,diharapkan dapat menghasilkan hilirisasi produk obat tradisional dan pangan berbasis kearifan lokal.

“Kepada seluruh pimpinan OPD,para peneliti dan akademisi,para pelaku usaha dan UMKM,serta seluruh pemangku kepentingan di Maluku, untuk bersinergi dan berkolaborasi serta mendukung BPOM dan program hilirisasi produk serta program pengawasan obat dan makanan untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak kita sebagai generasi penerus di Maluku,”pungkasnya.

Reporter : Aris Wuarbanaran

Editor     : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *