BKKBN  Dan UKIM Teken Kerjasama Cegah Stunting Di Maluku

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) teken kerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dalam rangka percepatan pencegahan stunting di Maluku dengan melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Rektor UKIM Ambon,DR Henky Heran Hetharia,M.Th mengatakan dalam pertemuan ini kedua belah pihak membahas terkait berbagai program yang bisa bersinergi dalam mengatasi stunting,seperti program kesehatan masyarakat.Termasuk FISIP UKIM Ambon dengan program-program yang berkaitan masalah hubungan komunikasi sosial kemasyarakatan.

“Sekarang semua perguruan tinggi termasuk UKIM diwajibkan menerapkan kurikulum Merdeka Belajar.Jadi, mahasiswa tidak cuma belajar di kelas tetapi turun langsung ke masyarakat dan terlibat,”ungkap Henky Hetharia.

Dikatakannya pihak fakultas akan bentuk pusat informasi konseling mahasiswa disetiap fakultas.Sebagai implementasi dari pusat PIKM.

Selain itu, akan dilakukan sosialisasi remaja di SMA dan SMP yang ada disekitar kampus UKIM yang merupakan lokasi/area pendidikan di Kota Ambon dan penguatan kepada mahasiswa yang akan melakukan KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dikatakannya lagi,program praktisi mengharuskan dosen turun ke lapangan dan itu sudah menjadi trend perguruan tinggi,termasuk UKIM Ambon.Dan hal itu dilakukan juga dalam bentuk kerjasama baik visi maupun masalah kesehatan yang lebih kepada hal-hal yang lebih konkrit.

“UKIM diwajibkan untuk menerapkan kurikulum Merdeka Belajar,sehingga dalam spirit ini ada agenda-agenda yang mesti dilakukan yang mesti melibatkan mahasiswa yang mampu mengimplementasikan ilmu kepada masyarakat,”ujarnya.

Dikesempatan yang sama,Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Sarles Brabar SE.,M.Si,mengatakan,kerjasama dengan UKIM dalam rangka percepatan pencegahan stunting di Maluku melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata.

Menurut Charles BKKBN sendiri memiliki kewajiban untuk membangun kerjasama sebanyak dengan berbagai pihak termasuk Perguruan Tinggi salah satunya UKIM guna percepatan penurunan stunting di Maluku.

“Kerjasama ini perlu ditindaklanjuti dengan program-program nyata untuk kepentingan masyarakat Maluku ke depan,” katanya.

Pasalnya program percepatan penurunan stunting yang ditargetkan pemerintah sendiri harus rampung pada 2024.

“Sehingga kita akan melihat apakah stunting di Maluku dan Indonesia bisa turun sesuai harapan ataukah tidak,” jelas Charles.

Charles mengatakan BKKBN Provinsi Maluku akan melakukan kerjasama di bidang kesehatan masyarakat dan komunikasi social kemasyarakatan.

Untuk itu diperlukan koordinasi khusus dengan Fakultas Kesehatan dan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) UKIM.

“Teknisnya nanti ketika program KKN, mahasiswa dibekali dengan muatan-muatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, sehingga ketika di lapangan mahasiswa dapat berkomunikasi, memberikan edukasi langsung dengan masyarakat di desa KKN, selain membangun fisik,” katanya.

Sedangkan Dekan FISIP Drs.Junus Kwelju,M.Si mengatakan,mungkin kedepan ada kolaborasi kerjasama penelitian antara BKKBN dan UKIM Ambon,supaya data BKKBN semakin bertambah.

“Dan kita ingin juga dosen-dosen dapat melaksanakan tugas dan pengabdiannya,”kata Junus Kwelju.

Sementara itu,Dekan Kesehatan FISIP,Gracia V.Souisa,S.Si,M.Kes,mengatakan,kesehatan masyarakat ada beberapa macam yang salah satunya adalah kesehatan reproduksi.

“Jadi saya berharap memang dari sisi reproduksi dan kesehatan diamana anak-anak sekolah yang magang dapat melakukan konseling tentang reproduksi,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *