Ahad Nanti,Umat Budha Kota Ambon Akan Rayakan Waisak Di Vihara

by -31 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Minggu (4/5), umat Budha Kota Ambon akan merayakan Hari Raya Waisak tahun 2023 di Vihara Gunung Nona,Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon,Kamis (1/5).

Waisak adalah hari besar keagamaan umat Buddha yang diperingati setiap tahun. Sebagai bentuk
untuk mengenang kembali tiga momen penting kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, seorang pendiri dan penyebar agama Buddha.

“Pada Waisak tahun ini, sesuai keputasan pak Menteri Agama (Menag) akan diperingati tanggal 4 Juni tepatnya hari Minggu,”tandas
Kabid Pembimas Budha Kanwil Kemenag Maluku,
Sujiyanto, Rabu (31/5).

Bahkan sebagai Kabi Pembimas Budha kata, Sujiyanto, juga sudah menghimbau kepada seluruh umat Budha di Maluku untuk melaksanakan upaca ritual di vihara masing-masing. Khusus di Kota Ambon dilaksanakan di Vihara Gunung Nona yang secara serentak melaksanakan ritual Waisak.

“Sesuai jadwal, ibadah di Vihara untuk detik-detik ritualnya dimulai pukul 10.00 WIT yang berlangsung sekitar 40.19 menit, puncaknya berlangsung diwaktu itu dan secara nasional sesuai waktu dimasing-masing daerah,”jelasnya.

Diakuinya, dalam Budha sendiri ada beberapa pemahaman yang disebut dengan kelompok majelis, sehingga tema yang digunakan juga ada beberapa.Khusus Kemenag sendiri mengusung tema “Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma Di Dalam Kehidupan Sehari-Hari”.

Sedangkan subtema “Momentum Waisak Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Serta Perdamaian Dunia.

Waisak kata, Sujiyanto, merupakan peringatan tiga peristiwa penting yakni,
kelahiran Sidarta Gautama, penerangan agung atau capaian Sidarta Gautama mencapai Budha Gautama dan kematian Buddha Gautama.

“Kebetulan ketiga peristiwa itu, terjadi pada bulan yang sama yaitu, bulan Waisaka,”jelasnya lagi.

Menurutnya, dengan peringati Waisak, umat Bidha harus memiliki kewajiban merayakan tiga peristiwa, dalam rangka meningkatkan keyakinan terhadap Budha, sebab didalam ajaran Budha Gautama disebut sebagai guru agung yang tertinggi.

Selain itu juga bisa meladani perilaku, sikap, tindakan dan cara hidup yang telah dilaksanakan Budha Gautama dalam kehidupan sehari-hari.

Termasuk mempraktekan ajaran Budha dalam kehidupan sehari-hari yang disebut dengan Dharma seperti yang diajarkan Budha Gautama dan pengembangan cinta kasih kepada semua mahluk.

“Untuk itu,saya berharap, umat Budha di Maluku bisa hidup rukun, damai dan harmonis, baik secara internal maupun dengan umat Budha sendiri dan harmonis dengan sesama umat beragama, untuk mewujudkan kehidupan dengan toleransi dalam mengimplementasikan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,”tandasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *