AMBON,N25NEWS.id-Akibat minimnya depot yang disediakan Pertamina, mengakibatkan para nelayalan di Maluku yang menggunakan Kartu Nelayan sulit untuk mendapat bahan bakar minyak (BBM) bersubdi dari pemerintah.
Padahal pemerintah melalui Perpres No 191/2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM telah memberikan alokasi khusus BBM bersubsidi untuk nelayan. Volumenya terus bertambah.Namun, jangkauan manfaatnya belum juga dirasakan nelayan pengguna KN di Maluku.
Dengan harapan, strategi penggunaan KN dapat meningkatan produktivitas dan kesejahteraan rakyat, tak terkecuali nelayan kecil dan tradisional.
“Ini kan akses nelayan kita di Maluku yang telah memegang KN, kiranya dapat menjadi perhatian serius dari Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk bisa mengsinergikan dengan My Pertamina sehingga BBM subsidi bisa diserap oleh para nelayan kita di Maluku secara maksimal disejumlah SPBU, kalau pihak Pertamina sendiri tidak menyediakan depot khusus untuk para nelayan,”tandas Sekretaris Komisi II DPRD Maluku, Ruslan Hurasan, kepada awak media, Selasa (22/8).
Kendati demikian masyarakat masih sulit menggunakan akses My Pertamina, sehingga BBM yang diperoleh bukan kategori BBM bersubsidi.
Terhadap Depot, Politisi PKB dapil Maluku Tengah (Malteng) ini berharap agar pihak Pertamina juga bisa menyediakan sejumlah depot pada daerah-daerah pesisir pantai, sehingga masyarakat dengan mudah bisa mendapat BBM bersubsidi yang disediakan pemerintah.
“Malteng setelah saya cek, masih terdapat banyak depot yang tidak tersedia, juga dibeberapa kabupaten/kota lainnya yang sama sekali belum ada depot, sehingga ini yang harus menjadi perhatian Pertamina agar dapat menyediakan depot, sebagai akses nelayan untuk mendapat BBM bersubsidi,”harapnya.
Pemda setempat juga diharapkan dapat mengsosialisasikan, sekaligus mendata para nelayan yang sudah terdaftar sebagai pemegak KN, agar bisa bersama-sama mendaftarkan kembali aplikasi My Pertamina, sebagai akses untuk mendapat BBM subsidi pada SPBU yang ada didaerah masing-masing.
My Pertamina katanya, adalah tools dalam memastikan BBM subsidi tepat sasaran, di mana dalam penugasan BBM subsidi oleh pemerintah, dengan memastikan subsidi tersebut tepat sasaran.
“Jadi intinya harus ada kerjasama, sosialisasi juga harus secara masif, Pemda juga harus bisa mendata kembali para nelayan kita, karena banyak sekali keluhan-keluhan nelayan di daerah pesisir, terhadap BBM subsidi yang mereka dapatkan, sehingga yang harus menjadi perhatian dari pemerintah dan Pertamina,”ujarnya.(**)