Kapolda Maluku Bersama Forkopimda Kota Ambon Tinjau Pasar Mardika

by -6 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Kapolda Maluku Irjen Pol.Lotharia Latif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penijauan pada pasar Mardika untuk melihat aktivitas para pedagang, angkutan umum (Angkot) pada terminal A1 dan A2,serta proses pembangunan pasar Mardika.

Dalam kegiatan penijauan Kapolda Maluku Irjen Pol.Lotharia Latif didamping petinggi Polda Maluku,Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena,Kapolresta Ambon Kombes (Pol) Raja Arthur Simamora,Ketua DPRD Kota Ambon Elly Toisutta.

Selain itu,dalam peninjauan tersebut,dimintakan untuk melihat persoalan secara mikro dan yang menjadi salah satu konsen pasar Mardika untuk membantu pemerintah baik Pemprov maupun Pemkot.

“Salah satunya di pasar Mardika yang secara luar biasa disinilah tempat perkumpulan semua masyarakat,dan semua aktivitas kehidupan,serta perekonomian sehingga kita dari kepolisian konsen untuk membantu Pemkot dan Pemprov untuk terciptanya suasana yang aman dan nyaman di disini,”ujar Kapolda Maluku kepada awak media,jumat ( 17/02/23).

Dikatakan,disinilah tempat peredaran perekonomian khusunya di kota Ambon dan dampaknya di Maluku, sehingga kemarin itu, keluhan masyarakat salah satunya kabtimnas, sehingga kepolisian melakukan langkah-langkah untuk penindakan khususnya, terhadap masalah-masalah kriminilitas baik itu copet dan jambret.

“Dan satu Minggu ini sudah ada beberapa orang yang kita sudah tangkap termasuk orang-orang yang ada kaitannya, tidak boleh ada lagi penjambret di tempat masyarakat mencari hidupnya, jangan ada lagi copet di daerah kita sendiri, dan kita punya konsen untuk membantu pak walikota serta pak gubernur untuk melakukan penataan,”jelasnya.

Oleh karena itu,progresnya cukup baik pada pembangunan pasar yang sementara dibangun oleh pemerintah, dalam waktu dekat pihaknya akan mendirikan pos pengamanan terpadu TNI/Polri, Babinsa dan babinkabtimnas untuk memberikan rasa ketenangan dan kenyamanan masyarakat disini.

Ditanya terkait apakah pos ini secara permanena?,Kapolda membenarkannya dengan mengatakan bahwa pihaknya sementara melihat personalnya pos sementara sambil kepolisian lihat karena sementara dilakukan penataan, yang jelas pos terpadu dulu.Karena itu tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab kepolisian.

“Saya berharap, ini bukan merupakan komunitas perpaduan dan dipola dengan baik, jangan sampai ada hal yang kita tidak inginkan.
Dan tidak ada yang merasa jagoan, preman itu tidak ada, ini tempat masyarakat kecil mencari makan,”tandasnya.

Diwaktu yang sama Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan,Pemkot Ambon tidak mampu menyelesaikan persoalan sendiri,olehnya butuh dukungan, suport, kerjasama, kolaborasi, sinergitas dengan seluruh elemen termasuk TNI/Polri, teristimewa dalam hal keamanan dan ketertiban pasar ini kalau tidak aman dan tertib, dia akan menganggu aktivitas pegadang yang ada disini.

Oleh karena itu, Pemkot Ambon berterima kasih kepada Kapolresta dan seluruh jajaran atas kepedulian untuk melihat persoalan sebagai persoalan dan tanggung jawab bersama untuk menata kota ini.

“Jadi apa yang disampaikan Kapolda untuk membasmi pencopet, maling itu sudah menjadi kerinduan kita, karena kami juga terbatas soal itu, dalam rangka memfasilitasi segala hal dalam rangka tugas kepolisian atas rasa nyaman dan kepedulian kepada seluruh masyarakat,”ujarnya.

“Untuk itu,ini mestinya kita tata nanti pasar yang baru sudah selesai, distribusi pedagang ke dalam pasar tersebut. Tentu dengan kordinasi Pemprov dan pihak kepolisian,”pungkasnya.

Penulis : Al.Tetelepta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *