Pemkot Ambon Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana Banjir Dan Longsor

by -27 views
by

AMBON,N25NEWS.id  – Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD )  mengelar simulasi mekanisme tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang berlangsung lapangan futsal asmil batu merah ( Wai Batu Merah ) ,Senin ( 19/09/22).

Dalam sambutan Pj Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, Hari ini semua pihak mengikuti kegiatan simulasi mekanisme tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor.

Sebagaimana diketahui Kota Ambon rawan terhadap bencana ini disebabkan karena Kota Ambon adalah kota di pulau Ambon yang termasuk pada wilayah kepulauan Maluku berada pada daerah pertemuan tiga lempeng penyusun kulit bumi yang di indo Australia eurasia dan Pasifik pertemuan ketiga lempeng Ini bukan saja membentuk zona tumbuhkan dan subduksi yang dapat menjadi sumber gempa lokal

“Tetapi juga sumber gempa lain yang berasal dari Laut Banda dan samudra Pasifik atau disebut gempa tektonik yang sangat mempengaruhi formasi batuan di Maluku karakteristik besar atau patahan serta aktivitas gempa bumi,”ujar Wattimena.

Selain itu lanjut PJ Walikota,kondisi topografi Kota Ambon sebagian besar terdiri dari daerah perbukitan dan berlereng terjal dengan kemiringan lerengnya lebih dari 20 persen serta kondisi curah hujan dari sedang sampai lebat juga mempengaruhi terjadinya bencana adalah kejadian yang dapat terjadi dimana saja kapan saja dan dapat membawa dampak bagi siapa saja yang bermukim atau beraktivitas di sekitar area bencana.

“Oleh Karena itu bencana alam sudah di atur pada undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana telah menguraikan pengertian bencana sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan kehidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia yang dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia kerusakan lingkungan kerugian harta benda dan dampak psikologis,”ujarnya.

Untuk itu kata PJ  Walikota, bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai lereng gunung harus tetap waspada sejak dini simulasi tanggap darurat bencana ini sangat penting.

Dirinya berharap dengan adanya simulasi mekanisme tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor harus ada kerjasama seluruh stekholder yaitu PMI BPBD Tagana dan masyarakat dalam penangana bencana di Kota Ambon.

Penulis : Al Tetelepta

Editor : Aris Wuarbanaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *