Komisi IV Kembali Pertanyakan Realisasi DAK SMAN 22 Malteng

by -4 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Kendati sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku terhadap temuan realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 terhadap pengembangan SMA Negeri 22 Maluku Tenggah (Malteng), Komisi IV DPRD Maluku bakal mengudang kembali pihak kontraktor dan Disdikbud.

Hal itu terkait banyak pekerjaan yang dikerjakan, tapi tidak dikerjakan dengan sempurna sehingga tidak memberi rasa kenyamanan bagi pengembangan pendidikan di SMA tersebut.

Contoynya, pada semua proyek ruangan yang dikerjakan dan rehab sejumlah atap ruang kelas, ketika terjadi curah hujan akan mengalami kebocoran di hampir semua ruangan, sehingga aktifitas pendidikan mengalami gangguan, apa lagi ruang-ruang yang menggunakan IT juga terancam rusak, jika tidak tidak dilakukan pengaman oleh pihak guru dan staf sekolah.

“Memang pekerjaan DAK 2021 di SMAN 22 Malteng, sudah selesai dikerjakan dan sudah dilakukan pengawasan, karena beberapa waktu lalu kita sempat melakukan verfikasi di Malteng dan sempat ke SMAN 22, terhadap semua hasil pekerjaaanya dan banyak sekali masalah disana,”ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Rovik Afifudin kepada awak media, Sabtu(17/9).

Hasil temuan itu kata Rovik, sudah disampaikan kepada instansi terkait, lewat rapat kerja Komisi IV beberapa waktu lalu, terhadap sejumlah persoalan yang sudah selesai dikerjakan tapi masih menimbulkan berbagai masalah.

Bahkan dalam penjelasan Disdikbud sendiri menyatkan, akan segera memerintahkan pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan.
Tapi kenyataan, berdasar indormasi yang diterima Komisi belum ada pekerjaan perbaikan yang dikerjakan pihak ketiga dalam hal ini pihak rekanan yang mengerjakan.

“Memang disitu juga dijelaskan, kalau ada temuan BPK dipekerjaan itu, nanti kita panggil juga kalau sudah ada pengembalian atas temuan BPK dan apakah temuan berdasarkan ada yang rusak ataukah temuan, karena ada beberapa item yang dianggap masih kurang dikerjakan, sehingga perlu ada penjelasan yang rinci dan setelah masa reses nantinya, komisi kembali mengundang dinas, bila perlu juga menghadirkan kontraktornya,”jelas Sekretaris DPW PPP Maluku ini.

Karena menurutnya, persoalan jangan hanya didiamkan, dengan kata lain jangan biarkan sekolahnya rusak, kalau tidak diambil langkah perbaikan.

“Jangan biarkan sekolah itu rusak, kan nantinya kita juga yang rugi dan kalau dibangun dengan DAK yang cukup besar, lalau dengan ekspektasi agar sekolah-sekolah menjadi bagus sehingg ada kenyamanan buat anak didik kita nyaman belajar mengajar, dan juga ada kenyamanan buat guru-guru kita mengajar, sehinggga itu penting untuk kesamaan kita berpikir dalam membangun pendidikan di Maluku,”tukasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *