Rekonsiliasi Stunting Di Kabupaten SBB

by -22 views
by

PIRU,N25NEWS.id-Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku,Selasa (13/9/2022), melaksanakan rekonsiliasi stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bertempat di aula kantor Bupati SBB.

Adapun,tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan penguatan dalam upaya konvergensi perencanaan dan penganggaran, penguatan serta pemaduan sistem manajemen data dan informasi, mendorong partisipasi aktif masyarakat serta gotong royong dalam percepatan penurunan Stunting.

Serta penguatan regulasi/kebijakan strategis yang dibutuhkan untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten SBB.

Pada kesempatan ini Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Maluku,Sarles Brabar SE.,M.Si, menyampaikan bahwa dalam menghadapi bonus demografi maka, harus dipersiapan sumber daya manusia,serta perkuat persiapan generasi ZI dan generasi emas.

Yang dimulai dari perencanaan membangun keluarga, melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP) sehingga mampu melangsungkan pendidikan secara terencana serta menikah dengana penuh perencanaan sesuai dengan siklus reproduksi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pemahaman stunting harus dimulai sejak dini, sejak usia remaja atau calon pengantin, tidak hanya pada saat hamil tapi justru dari usia muda dengan begitu anak yang dilahirkan bisa terhindar dari bahaya stunting.

Sementara itu,Penjabat Bupati SBB dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah SBB,Leverne A. Tuasun, SP, M.Si. menyatakan bahwa dalam rangka menindaklajuti Pepres 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan target nasional Prevelesi Stunting yang harus dicapai sebesar 14 persen pada tahun 2024.

Maka pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat diharuskan terus berupaya melakukan berbagai intervensi guna percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan data Survei Status gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2021 angka prevelensi stunting untuk Kabupaten SBB sebesar 28,7 persen dan ditargetkan pada tahun 2024 sebesar 16,53 persen.

Oleh karena itu, Penjabat Bupati menegaskan dan mengingatkan kepada seluruh lintas sektor untuk perlu kerja keras untuk bersama-sama perangi stunting, dengan melakukan edukasi kepada semua warga agar selalu melakukan pola hidup sehat dan taat kepada aturan pemerintah.

Lebih khusus untuk membawa anak-anak baalita dan ibu hamil untuk datang ke tempat Posyandu dan faskes setiap bulan agar dapat terkontrol kondisi balita dan ibu hamil dengan baik.

“Saya percaya bahwa kalau semua ini akan kita laksanakan,maka tujuan bersama kita untuk menciptakan generasi emas yang unggul di kabupaten SBB,”kata Penjabat Bupati.

“Semoga kita selalu diberi kekuatan lahir batin untuk tetap bekerjasama dan bersinergi membangun bangsa,negara dan daerah, khususnya dalam mensejahterakan masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa tercinta,”ujar Penjabat Sekda SBB.

Untuk diketahui, kegiatan ini di hadiri oleh dinas sektor yang terakomodir dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting, TNI, Polri, Kementrian Agama, TP PKK, Camat, Bidan di Kabupaten SBB dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris daerah Kabupaten Seram Bagian Barat,Leverne A. Tuasun, SP, M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *