AMBON,N25NEWS.id-Kegiatan penalty kick yang digelar oleh Komunitas Meter 20 (KM 20),bukan hanya sebagai pertandingan saja,namun giat Komunitas KM 20 yang tergabung Purna Praja APDN,STPDN dan IPDN ini sebetulnya menjadi pengalaman ketika dididik menjadi Pamong Praja.
Hal tersebut dikatakan Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat membuka kegiatan Penalty Kick yang berlangsung di lapangan gawang mini Waehaong, Sabtu (16/7).
Menurutnya, kegiatan dengan tema besarnya yakni “Pamong Voor Maluku Maju Indonesia Sejahtera,ini bukan hanya untuk para peserta terlibat didalamnya,namun kegiatan ini juga merupakan bagimana para Purna Praja mengimplementasikan didikan di tempat yang sama menjadi seorang Pamong Praja.
“Kita mestinya sudah harus mengevaluasi, apa yang telah kita lakukan selama kita lulus dari lembaga pendidikan.Kalau,hari ini kita kemudian ada dengan jabatan-jabatan masing-masing atau kedudukan masing-masing dalam birokrasi mesti kita syukuri bahwa karena kita masuk di sekolah pamong praja itu APBN IPDN STPDN,”ujarnya.
Dari alumi dari pamong praja APBN IPDN STPDN yang menjadi sekwan,camat,lurah,kadis dan walikota itu jabatan, kedudukan,posisi yang dimiliki bermanfaat bagi masyarakat.
“Dan berarti kita harus memaknai dengan sungguh apa yang menjadi tanggung jawab kita sebetulnya,”ujar Bodewin Wattimena yang juga adalah Sekwan DPRD provinsi Maluku ini.
Selain itu,sebagai alumi pamong praja APBN, IPDN dan STPDN teruslah berkarya, untuk melayani kepentingan masyarakat.
“Untuk itu,saya berharap bagi Komunitas KM 20 yang melakukan kegiatan memberikan bantuan peralatan sekolah bagi 60 siswa-siswi yang tidak mampu,pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan vaksinasi satu dua dan boster bagi masyarakat Waihaong semoga bermaanfaat bagi masyarakat yang berada di kelurahan Waihaong yang berkerja sama dengan puskesmas Waihaong,”pungkasnya.