Musik Ukulele Mulai Diminati Anak-Anak Di Tanah Papua

by -399 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Perkembangan musik tradisional Ukulele di Maluku bisa dibilang berhasil.Bahkan musik Ukulele yang awal mula masuk di Maluku di Banda ini,mulai diminati anak-anak di tanah Papua.

Hal ini dikatakan Founder Amboina Ukulele Kids Community (AUKC),Nicho Tulalessy,kepada N25 NEWS.id,di Ambon belum lama ini.

Menurutnya,banyak anak-anak yang memilih hobinya terhadap musik tradisional Ukulele.Pasalanya, Ukulele sudah seperti virus demam bermain Ukulele.

Adapun, demam bermain musik tradisional Ukulele ini mulai digandrungi anak-anak di tanah Papua.Hal itu,terbukti dengan adanya keinginan anak-anak di kota Jayapura untuk bermain Ukulele seperti anak-anak di kota Ambon.

“Saya dihubungi oleh Edo,pendiri komunitas Ukulele di Jayapura yakni, Ukulele Ikemal Cilik (UIC), untuk mengajar Ukulele kepada anak-anak di kota Jayapura,”kata Nicho Tulalessy.

“Sekitar seminggu setelah dikontak bung Edo,saya luangkan waktu untuk mengajarkan kunci-kunci, pukulan-pukulan dan bagaimana membangun semangat anak-anak di kota Jayapura, untuk bermain musik tradisional Ukulele,”ujar Nicho Tulalessy.

Diakui Nicho Tulalessy, untuk saat ini perkembangan Ukulele di tanah Papua mulai secara masif di perkenalkan kepada anak-anak di Papua.Sehingga hasilnya mulai terlihat pada postingan Facebook milik Nicho Tulalessy,dimana Edo telah berhasil membuat sesuatu yang baru di kota Jayapura dan membentuk komunitas Ukulele yakni UIC di kota Jayapura.

“Saya percaya bahwa musik tradisional Ukulele akan mempengaruhi banyak anak-anak lagi,Tidak hanya, anak-anak Maluku di Jayapura,tetapi akan mempengaruhi anak-anak yang lain,baik keturunan provinsi lain, keturunan suku bangsa lain yang ada di kota Jayapura.Hal ini terbukti dengan adanya anak asli Papua yang sudah bergabung dengan UIC,”terangnya.

Olehnya Nicho Tulalessy berharap bung Edo dengan Ikemalnya di Papua terus berlatih dan semakin banyak anak-anak terlibat di Jayapura, walaupun jauh dari Maluku, tetapi mereka juga turut serta menjaga pelestarian budaya musik tradisional Ukulele di tanah Papua.

“Saya sangat berterima kasih sekali dan sangat berbangga karena musik Ukulele mendapat tempat di hati anak-anak yang hebat di tanah Papua,”ujar Nicho Tulalessy.

Pada kesempatan yang sama, Ellascarlet Wondiwoy salah satu anak asli Papua mengaku dengan adanya musik tradisional Ukulele,waktu untuk dirinya tidak terbuang percuma,sebab waktunya lebih untuk belajar dan bermain Ukulele.

“Musik tradisional Ukulele bisa mengajarkan saya untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan saya juga penasaran dengan Ukulele,”ujarnya.

“Jadi saya akhirnya saya mau berlatih Ukulele dan bisa memuji Tuhan dengan musik tradisional Ukulele,”ucap anak 9 tahun ini.

Sementara itu, Edward Hehareuw yang merupakan pendiri komunitas Ukulele Ikemal Cilik menyampaikan terima kasih,dengan adanya komunitas Ukulele ini,sebab musik Ukulele ini sudah bisa mengurangi untuk bermain gedget dan lainnya,namun sebaliknya anak-anak waktunya lebih banyak untuk belajar dan bermain Ukulele serta untuk memuji Tuhan dengan musik Ukulele.

Diketahui program bermain Ukulele ini,merupakan program Ikemal provinsi Papua,yaitu pelatihan Ukulele buat anak-anak di Papua.

Edward Hehareuw juga mengakui orang tua juga berperan dalam memberikan motivasi dan mengajak anak-anak untuk datang bergabung dengan UIC,ini sangat luar biasa.

Dia pun berjanji akan musik tradisional Ukulele ini,yang merupakan warisan dari pendahulu atau orang tua yang dulu merintis Ukulele tersebut, dengan melanjutkannya bersama UIC di tanah Papua.

“Untuk itu,saya mohon dukungan dari para orang tetua,Basudara di Ambon maupun di Papua,supaya kami lebih maju dan bisa menjadi berkat di tanah Papua,”tandasnya.

Editor : Aris Wuarbanaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *