Festival Nieuw Victoria Untuk Edukasi Publik

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi dan terus berharap Festival Nieuw Victoria dapat berlangsung setiap tahun di Kota Ambon.

“Tolong sampaikan kepada Menteri agar kegiatan ini bisa terus dilaksanakan,”kata Wali Kota Ambon, Boedewin Wattimena pada penutupan Festival Benteng  Nieuw Victoria di Lapangan Merdeka,Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, Festival Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik untuk mengenal sejarah dan warisan budaya yang dimiliki Kota Ambon.

Wali Kota juga  memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang kembali menggelar Festival Benteng Nieuw Victoria setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2024.

Diterangkannya,masih adanya  masyarakat yang belum memahami secara mendalam keberadaan sejumlah situs bersejarah di Kota Ambon, termasuk Benteng Nieuw Victoria.

Karena itu, kegiatan ini dinilai penting dalam upaya  menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat, khususnya generasi muda.

“Festival ini mengingatkan kita semua bahwa ada begitu banyak sejarah dan budaya yang mesti terus kita kenal, kita jaga, dan kita lestarikan,” ungkapnya.

Wali Kota juga  menyoroti kekayaan seni dan budaya yang berkembang di Kota Ambon.Oleh sebab itu , Ambon menjadi ruang pertemuan berbagai kebudayaan dari seluruh wilayah Maluku.

Disampaikannya,keberagaman tersebut dapat dilihat melalui berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional dan penampilan sanggar budaya yang ikut meramaikan festival.

“Ambon adalah pertemuan semua. Sanggar-sanggar dari berbagai daerah hidup dan berkembang di kota ini. Mau menampilkan tarian dari mana pun silakan, yang penting kita sama-sama melestarikan dan menjaga budaya yang kita miliki,”jelasnya.

Baginya, keberadaan sanggar seni dan komunitas budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk terus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, masyarakat dan sektor swasta agar kekayaan budaya Maluku tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan sosial dan ekonomi.

Wali Kota juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan karnaval budaya serta rangkaian kegiatan lainnya yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Untuk itu, keterlibatan UMKM dalam kegiatan budaya ini, menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif.

“Di dalam ekonomi kreatif ada musik, ada UMKM dan berbagai sektor lainnya. Ini yang sementara Pemerintah Kota Ambon kembangkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang usaha UMKM.

Penutupan festival tidak hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah, kebudayaan, keberagaman seni, serta potensi ekonomi kreatif di Kota Ambon.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *