AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting melalui kerja sama lintas sektor.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi tanpa diskriminasi.
“Kesehatan yang paling universal bukan hanya soal penyakit tertentu, tetapi merupakan hak asasi manusia untuk hidup sehat dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mencakup seluruh aspek, mulai dari promotif hingga rehabilitatif, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang menyeluruh dan berkualitas.
Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup di masa depan.
“Ini bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan daya saing daerah ke depan,” tegasnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting di Kota Ambon menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dinilai sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam program percepatan penurunan stunting.
“Capaian ini merupakan bukti kerja keras semua pihak. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi,” ungkap Wattimena.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menangani persoalan stunting yang bersifat kompleks.
“Penanganan stunting membutuhkan koordinasi lintas sektor karena penyebabnya tidak hanya langsung, tetapi juga tidak langsung,” katanya.
Pemkot Ambon sendiri telah menetapkan target penurunan stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan sasaran mencapai angka di bawah 5 persen pada tahun 2030.
Ditengah tantangan keterbatasan anggaran, Wattimena mengajak seluruh jajaran untuk tetap optimistis dan inovatif dalam menjalankan program.
“Kita tidak boleh pesimis. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap bekerja dan mencari solusi agar program ini berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepedulian dan tanggung jawab bersama menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Kita masih memiliki hati nurani dan kepedulian untuk memastikan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Wattimena mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi demi masa depan anak-anak di Kota Ambon.
“Mari kita satukan langkah dan komitmen agar upaya penurunan stunting ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(**)