AMBON, N25NEWS.id – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menerima kunjungan perwakilan Ambon Sailing Community (ASC) dalam pertemuan yang berlangsung hangat pada Kamis (2/4).
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Konjen RI, Johanes Djatmiko H. Prasetyo, bersama Konsul Sosial Budaya, Silvvany A. Pasaribu. Sementara dari pihak ASC hadir Ketua ASC, Nico Tulalessy, serta aktivis pendidikan Maluku, Simon Matakupang.
Dalam pertemuan tersebut, Nico Tulalessy menyampaikan berbagai program yang tengah dan akan dijalankan ASC guna mempererat hubungan antara Maluku dan Negara Bagian Victoria, Australia, khususnya Kota Melbourne.
Fokus kerja sama mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya bidang pendidikan melalui penjajakan kerja sama antar kampus, termasuk dengan Fakultas Musik di University of Melbourne Faculty of Fine Arts and Music. Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian untuk meningkatkan minat warga Melbourne berkunjung ke Maluku.
Tidak hanya itu, ASC juga mendorong penguatan hubungan budaya melalui program pertukaran budaya (culture exchange) antara Maluku dan Victoria. Peluang kerja bagi anak-anak Maluku di Australia, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, hingga pembukaan relasi bisnis (B to B) dan kerja sama antar pemerintah (G to G) turut menjadi agenda pembahasan.
Nicho yang juga merupakan alumni Australia Awards tersebut turut mengusulkan agar pelaku UMKM Maluku dapat dilibatkan dalam berbagai event trade internasional guna membuka akses pasar yang lebih luas. Selain itu, isu penanganan disabilitas juga menjadi bagian penting yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Ia juga memaparkan rencana pelaksanaan event internasional “Darwin–Banda Yacht Race” yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinah Beach Darwin, ASC, TNI AL Koarmada IX Ambon, serta Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Simon Matakupang menjelaskan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Ambon, di mana anak-anak telah mulai dibekali kemampuan bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar sebagai persiapan untuk bersaing memperoleh beasiswa ke luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Johanes Djatmiko menyambut baik seluruh inisiatif yang disampaikan dan menyatakan dukungan penuh dari KJRI.
Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk membantu mempromosikan event Darwin–Banda Yacht Race kepada komunitas pelayar di Victoria.
Selain itu, KJRI juga mendukung penjajakan kerja sama pendidikan, khususnya dengan Fakultas Musik Melbourne University, serta siap memberikan informasi terkait berbagai event budaya dan perdagangan yang dapat diikuti oleh masyarakat Maluku.
Lebih lanjut, KJRI juga akan membantu memberikan informasi yang tepat terkait peluang visa liburan sambil bekerja bagi mahasiswa, termasuk persyaratan dan aturan yang perlu dipahami agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.
Sementara itu, Silvvany A. Pasaribu menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu ASC dalam menjalin kerja sama di bidang pendidikan maupun sosial budaya melalui berbagai upaya diplomasi dan lobi yang diperlukan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat hubungan internasional Maluku dengan Australia, khususnya Victoria, melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Editor : Redaksi